Kampoeng Dolanan Borobudur kembangkan "live in" pariwisata

id kampoeng dolanan nusantara borobudur, live in pariwisata

Kampoeng Dolanan Borobudur kembangkan

Para siswa memainkan gamelan ketika mengikuti "live in" pariwisata di Kampoeng Dolanan Nusantara Borobudur, Kabupaten Magelang, Selasa (23/4). (Foto: Dok. Kampoeng Dolanan Nusantara Borobudur)

Magelang (ANTARA) - Pengelola Kampoeng Dolanan Nusantara Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengembangkan aktivitas "live in" pariwisata berbasis pedesaan dan edukasi dengan sasaran kalangan siswa dari kota-kota besar.

"Dalam bulan ini saja, kami telah menerima tiga rombongan siswa untuk menjalani 'live in' pariwisata di Kamdol (Kampoeng Dolanan) kami," kata pimpinan Kampoeng Dolanan Nusantara Borobudur Abet Nugroho di Borobudur, Selasa.

Selama Selasa (23/4) hingga Rabu (24/4), pihaknya menerima sekitar 170 siswa SMA peserta program itu di Kampoeng Dolanan Nusantara Borobudur di Dusun Sodongan, Desa Bumiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, yang lokasinya sekitar dua kilometer barat Candi Borobudur. Mereka adalah siswa SMK Perguruan Rakyat 1 Jakarta.

Sebelumnya, pihaknya menerima rombongan siswa "live in" dari SMA Insan Cendekia BSD Tangerang dan Madrasah Aliyah Jamiyah Islamiyah Tangerang Selatan. Masing-masing rombongan sekitar 150 anak, menjalani program kepariwisataan dan edukasi di tempat itu.

Pihaknya menyiapkan puluhan rumah warga setempat sebagai tempat tinggal peserta "live in" pariwisata yang umumnya siswa kelas X dan XI SMA atau sederajat.

Selama tinggal di rumah-rumah warga setempat, kata dia, para siswa, antara lain mengunjungi Candi Borobudur, mengenal kehidupan pedesaan sekitar candi, melakukan berbagai permainan tradisional, dan berlatih memainkan seni budaya setempat.

Abet yang juga seniman dan pegiat Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Magelang itu, menyebut pangsa pasar "live in" pariwisata adalah mereka yang berasal dari perkotaan, terutama Jakarta dan sekitarnya.

"Ingin merasakan atmosfer pedesaan, sambil wisata yang memiliki nilai edukasi. Tidak sekadar berwisata saja, 'selfie-selfie' (swafoto), tetapi kenal kehidupan pedesaan, juga ada tambahan edukasi. Kita kenalkan dengan permainan tradisional dan seni budaya," ujar dia.

Ia mengakui selama beberapa waktu terakhir mempromosikan "live in" pariwisata Kampoeng Dolanan Nusantara Borobudur melalui media sosial dan pemberitaan lainnya di media dalam jaringan.

"Peran media sosial dan internet menjadi sangat penting dan efektif. Kami tiba-tiba ada yang telepon untuk datang ke tempat kami. Kami memaksimalkan media internet untuk pemasaran," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar