Epy Kusnandar jadi peran utama dalam film "Preman Pensiun"

id epy kusnandar,preman pensiun

Epy Kusnandar jadi peran utama dalam film

Epy Kusnandari ditemui usai pemutaran perdana film "Preman Pensiun" di Epicentrum, Jakarta, Kamis (10/1/2019) (Antara News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Epy Kusnandar mengaku mendapat tantangan yang cukup besar dan harus bekerja keras saat harus memerankan peran utama di film "Preman Pensiun".

Epy berperan sebagai Muslihat atau Kang Mus. Karakter tersebut merupakan tokoh sentral dalam film "Preman Pensiun".

Film tersebut juga merupakan debut perdana Epy sebagai pemeran utama dalam sebuah film. Namun ia mengaku justru mendapat tantangan yang besar.

"Tantangan cukup besar jadi peran utama karen tanggung jawab saya harus berhadapan dengan lawan main. Itu enggak boleh menonjol sendiri, kita harus bersama-sama. Pemain yang baik kata Didi Petet itu harus bisa membuat lawan mainnya lebih baik, jadi harus kerjasama baik-baik," kata Epy ditemui usai pemutaran perdana film "Preman Pensiun" di Jakarta, Kamis.

Epy pun mengungkapkan kesulitan saat berakting di sinetron dan film. Untuk film ini, ia mengatakan harus bekerja keras agar bisa mendapat hasil yang maksimal.

"Yang pasti lebih dieksplor maksimal di film ini karena salah sedikit aja keliatan. Bukan saja salah dialog, salah perasaan aja 'Ah salah nih kayaknya', penonton akan jeli, jadi dibutuhkan latihan yang ekstra keras empat kali lipat," jelas Epy.

"Kalau disinetron naskah dateng pagi hari dan langsung syuting, kalau ini harus workshop dulu. Saya dan teman-teman mengkarantinakan diri. Karantinanya langsung ke pasar, langsung ke terminal, kita jalan-jalan. Setiap hari saya harus menjadi Muslihat di kehidupan nyata. Begitu take, 21 hari syuting udah enggak ada kesulitan lagi," lanjutnya.


Baca juga: Terlalu menjiwai, Epy Kusnandar sulit lepas karakter Kang Mus

Baca juga: "Bocoran" Epy Kusnandar soal Preman Pensiun 3

Baca juga: Pesan Didi Petet : kalau jadi aktor harus yang berkesan
Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar