Istana Siak dibuka kembali sebagai obyek wisata

id istana, siak

Istana Siak dibuka kembali sebagai obyek wisata

Istana Asherayah Al-Hasyimiyah (Istana Siak Sri Indrapura) Kesultanan Siak Sri Inderapura, Siak, Riau. (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

Siak (ANTARA News) - Bupati Siak Syamsuar mengatakan bahwa Istana Siak sudah bisa dibuka kembali sebagai objek wisata untuk umum mulai hari ini, Rabu, setelah sempat ditutup karena upaya pembakaran terhadap bangunan cagar budaya tersebut.

"Insya Allah istana sudah dibuka besok," ujar Bupati Siak Syamsuar usai meninjau dan menggelar rapat tertutup di Istana Siak, Selasa.

Setelah insiden pembakaran oleh orang tak dikenal pada Senin siang (8/1) yang mengejutkan pengunjung dan petugas Istana Siak sekitar pukul 14.45 WIB, pihak kepolisian dan dinas pariwisata setempat menutup objek ini untuk umum.

Polisi pada Selasa kemarin menutup Istana Siak, bahkan pada patung diorama diberi garis polisi.

Usai menggelar rapat tertutup, Syamsuar menyampaikan beberapa bahan evaluasi, diantaranya ia meminta dinas pariwisata mulai mengoperasikan bangunan gerbang tiket atau ticketing gate mulai 10 Januari ini.

"Saya minta kepada petugas, besok atau lusa sudah menggunakan tempat tiket yang baru, masuk dari sana, keluar dari sini, harus dengan tertib," tegasnya.

Dia juga meminta petugas istana lebih ketat lagi pengawasannya terhadap setiap pengunjung yang masuk ke dalam istana. Bahkan ia memerintahkan dinas pariwisata untuk segera mengganti kamera pengintai yang rusak dan menambah jumlahnya. Begitu juga dengan jumlah petugas.

Istana Siak merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893.

Bangunan bersejarah ini menjadi objek wisata andalan di Kabupaten Siak, bahkan di Provinsi Riau. Begitu banyak pengunjung dari luar Bumi Lancang Kuning bahkan dari mancanegara.

Salah peninggalan Kesultanan Siak di istana ini adalah alat musik yang dinamakan komet. Konon katanya alat musik itu dibawa Sultan Siak ke XI bernama Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil dari Jerman. (Editor : Suryanto).


Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar