Cilacap, ANTARA JATENG - Gunungan "yutuk" (undur-undur laut) tertinggi yang dibuat Komunitas Padhang Bulan, Desa Widarapayung Wetan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai rekor ke-8.065.
Piagam penghargaan rekor Muri tersebut diserahkan Manajer Muri Aryani Siregar kepada perwakilan Komunitas Padhang Bulan dalam acara pesta rakyat bertema "Rayakan Rame-Rame" yang digelar di Lapangan Desa Widarapayung Wetan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Sabtu malam.
Saat ditemui wartawan, Aryani mengatakan gunungan "yutuk" tertinggi itu dapat tercatat dalam Muri karena memenuhi kriteria rekor.
"Ada empat kriteria atau kategori agar bisa tercatat sebagai rekor Muri, yakni pertama, paling, unik, dan langka," katanya.
Selain tertinggi, kata dia, gunungan "yutuk" juga merupakan penciptaan rekor Muri karena sebelumnya belum pernah ada.
Menurut dia, rekor serupa pernah dibuat di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupa "peyek (rempeyek) tumpuk" terbesar dengan diameter 36 centimeter, berat 3,3 kilogram, dan tinggi 9 centimeter.
Akan tetapi, "peyek tumpuk" terbesar itu dibuat dari 2 kuintal kacang dan 50 kilogram tepung.
Sementara gunungan "yutuk" tertinggi berukuran tinggi 5 meter dengan diameter 2,5 meter yang dikerjakan oleh 40 orang itu terbuat dari lebih kurang 160 kilogram "yutuk" (sekitat 12.000 yutuk).
Aryani mengatakan dengan tercatatnya gunungan "yutuk" tertinggi sebagai rekor Muri dapat memberi dampak positif bagi pengembangan kuliner berbahan dasar "yutuk".
"Tentunya kuliner yang terbuat dari `yutuk` nantinya akan semakin dikenal masyarakat luas," katanya.
Salah seorang pegiat Komunitas Padhang Bulan, Suratman mengatakan penciptaan rekor Muri berupa gunungan "yutuk" tertinggi sebagai upaya memperkenalkan kuliner berbahan dasar "yutuk" itu kepada masyarakat luas.
Ia mengatakan pascapenciptaan rekor Muri tersebuy, pihaknya ke depan akan terus mengembangkan kuliner berbahan dasar "yutuk" agar makin dikenal dan diminati masyarakat di berbagai daerah.
"Kami juga akan segera mengurus izin industri rumah tangga (IRT) serta melibatkan masyarakat termasuk ibu-ibu rumah tangga dalam mengembangkan usaha kuliner ini," katanya.
Ia mengatakan kuliner berbahan "yutuk" yang diproduksi oleh Komunitas Padhang Bulan berupa rempeyek, rica-rica, dan "yutuk" goreng".
Menurut dia, kuliner tersebut untuk sementara baru dipasarkan di wilayah Cilacap.
"Kami juga mencoba memromosikannya melalui media sosial dan ternyata ada beberapa orang yang pesan," katanya.
Pasar rakyat "Rayakan Rame-Rame" yang diselenggarakan oleh PT HM Sampoerna di Lapangan Desa Widarapayung Wetan sejak Sabtu (26/8) siang diisi dengan berbagai kegiatan yang menunjukkan semangat gotong royong.
Malam harinya ditampilkan pergelaran musik dangdut Orkes Melayu Santana dengan bintang tamu Dewi Perssik.

