Kudus, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Kudus menganggarkan kembali dana sebesar Rp2,9 miliar untuk menuntaskan pembangunan Pasar Piji, Kecamatan Dawe, Kudus, karena bangunan pasar tersebut belum dilengkapi los dan kios.
"Pembangunan awal Pasar Piji yang berada di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu, dibantu anggaran dari Pemerintah Provinsi. Namun, anggaran yang tersedia belum cukup untuk pembangunan los dan kios," kata Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kduus Andi Imam Santoso di Kudus, Senin.
Untuk itu, lanjut dia, Pemkab Kudus perlu menganggarkan dengan dana APBD untuk menuntaskan pembangunannya.
Melalui APBD 2017 diusulkan dana sebesar Rp2,9 miliar untuk pembuatan los dan kios serta lantai pasar yang belum berkeramik.
Saat ini, kata dia, proyek kegiatan pembuatan los dan kios serta pembuatan lantai pasar masih proses lelang.
Rencananya, kata dia, kegiatan tersebut akan dituntaskan dalam waktu 90 hari.
Ia memperkirakan, pada awal 2018 bangunan Pasar Piji tersebut baru bisa ditempati para pedagang, karena bantuan dana dari Pemrov Jateng memang belum cukup hingga pembuatan los dan kios maupun lantainya.
Pembangunan Pasar Piji yang memiliki luas 13.500 meter persegi tersebut dikerjakan tahun 2016 dengan model dua lantai.
Adapun total anggaran untuk pembangunan pasar tersebut mencapai Rp22,4 miliar yang dikerjakan melalui dua tahap.
Untuk tahap pertama dianggarkan dengan dana sebesar Rp15,61 miliar dari Provinsi Jateng ditambah dari APBD Kudus sebesar Rp7,9 miliar.
Sementara tahap kedua pembangunan pasar tersebut untuk penambahan bangunan bagian belakang pasar terpaksa dianggarkan sendiri oleh Pemkab Kudus dengan dana sebesar Rp6,89 miliar.
Tahap terakhir untuk melengkapi los, kios dan lantai, Pemkab Kudus kembali menggelontorkan dana sebesar Rp2,9 miliar.
Sejumlah pedagang Pasar Piji yang saat ini berada di tempat relokasi, sudah menantikan pembangunan pasar tersebut bisa segera dituntaskan.
Pasalnya, para pedagang tersebut mengeluhkan penurunan omzet penjualannya menyusul lokasi jualannya diserbu pedagang dadakan yang menempati tepi jalan raya, sehingga menghalangi pandangan pengunjung terhadap lokasi penampungan sementara pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Piji.
Akibatnya, sejumlah pengunjung enggan masuk ke lokasi penampungan pedagang karena mereka lebih memilih transaksi di tepi jalan.
Jumlah pedagang di Pasar Piji totalnya sebanyak 1.187 pedagang, meliputi pedagang yang masih mengantongi izin pendasaran sebanyak 315 pedagang, selebihnya belum diketahui apakah masih menyimpan surat tersebut atau kiosnya dilimpahkan sanak keluarganya.
Jika ditambahkan dengan pedagang dadakan, totalnya menjadi 1.617 pedagang.

