Cilacap, ANTARA JATENG - Warga Desa Ujungalang, Kabupaten Cilacap mengharapkan jembatan apung yang menghubungkan Dusun Paniten dan Dusun Lempongpucung segera diresmikan, kata Kepala Desa Ujungalang Jarwo.
"Kami memang menunggu peresmian jembatan itu karena melihat kondisi perahu penyeberangan sudah tidak layak dipakai sehingga berbahaya bagi masyarakat jika sampai tenggelam," katanya di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampunglaut, Cilacap, Sabtu.
Ia mengatakan beberapa waktu lalu, petugas dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat datang ke Desa Ujungalang untuk mengecek kondisi jembatan apung yang sempat ambruk selang beberapa pekan setelah pemasangan.
Menurut dia, petugas tersebut mengatakan jika sebelum peresmian akan dilakukan sosialisasi mengenai kekuatan jembatan terutama yang berkaitan dengan beban.
"Namun kami belum tahu pasti kapan jembatan itu akan diresmikan," katanya.
Kendati belum diresmikan dan masyarakat masih dilarang untuk melewatinya, Jarwo mengakui jika kadang ada warga khususnya anak-anak sekolah yang nekat lewat jembatan apung itu.
Dia mengharapkan jembatan apung tersebut dapat segera diresmikan jika dinilai sudah aman sehingga dapat memperlancar transportasi masyarakat khususnya anak-anak yang bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kampung Laut dan Sekolah Menengah Atas Negeri Kampung Laut.
"Kalau jembatan itu sudah dibuka, anak-anak tidak perlu naik perahu penyeberangan lagi ketika hendak berangkat dan pulang sekolah. Mereka bisa bersepeda atau naik sepeda motor karena SMPN 2 Kampung Laut berlokasi di Dusun Lempongpucung sedangkan SMAN Karangpucung berada di Desa Klaces atau dekat kantor kecamatan yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Ujungalang," katanya.
Menurut dia, ongkos perahu penyeberangan bagi anak-anak SMP sebesar Rp1.000 pergi pulang sedangkan untuk SMA sebesar Rp5.000 pergi pulang karena jaraknya lebih jauh.
Salah seorang pelajar Kelas 9 SMPN 2 Kampung Laut, Tria mengharapkan jembatan apung tersebut segera difungsikan sehingga dia dan teman-temannya tidak perlu menggunakan perahu saat hendak berangkat dan pulang sekolah.
"Namun, saya masih trauma dengan kejadian kemarin, saat jembatan itu ambruk, ada beberapa teman yang terjatuh," katanya.
Jembatan apung di kawasan Segara Anakan, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, itu ambruk akibat patah di bagian tengahnya pada tanggal 1 Desember 2016.
Peristiwa itu terjadi ketika sejumlah siswa SMPN 2 Kampung Laut yang baru pulang sekolah nekat melewati jembatan yang masih dalam tahap penyelesaian pemasangan.
Kendati demikian, tidak ada korban dalam peristiwa itu.
Jembatan apung Kampung Laut sepanjang 40 meter itu merupakan jembatan apung pertama yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Jembatan apung tersebut ditarik dari tempat perakitannya di Majingklak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ke lokasi pemasangan pada tanggal 6 November 2016.

