"Pada periode Januari-Juli 2013, pengiriman semen Holcim menggunakan KA hanya sebanyak 350.171 ton atau rata- rata per hari 1.650 ton. Sementara pada Januari-Juli 2014, mencapai 585.144 ton atau rata- rata 2.760 ton per hari," kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Surono, di Purwokerto, Jumat.
Menurut dia, PT Holcim Indonesia setiap harinya mendistribusikan produk semen dengan angkutan KA dari Karangtalun ke enam stasiun tujuan, yakni Yogyakarta Lempuyangan, Purwosari, Solo, Sragen, Brumbung, dan Cirebon Prujakan.
Ia mengatakan bahwa peningkatan volume pengiriman semen dengan KA tersebut mulai dirasakan setelah digunakannya sistem "paletizer" mulai semester II tahun 2013.
"Sistem 'paletizer' adalah pemuatan semen yang menggunakan palet-palet kayu untuk setiap tumpukan semen dengan jumlah tertentu," jelasnya.
Menurut dia, penggunaan sistem "paletizer" itu mempercepat proses muat ke dalam gerbong maupun proses pembongkaran.
Ia mengatakan bahwa proses pemuatan dan pembongkaran yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia, namun saat ini menggunakan mesin mulai saat pengepakan di atas palet hingga pemuatan dan pembongkarannya.
Lebih lanjut, Surono mengatakan bahwa kenaikan tertinggi pengiriman semen Holcim terjadi untuk tujuan Sragen, yakni dari 14.928 ton pada Januari-Juli 2013 menjadi 45.964 ton atau naik 207 persen pada periode yang sama tahun 2014, sedangkan tujuan Solo naik 158 persen dan Brumbung naik 138 persen.
"Volume pengiriman semen Holcim terbanyak saat ini masih didominasi untuk dua stasiun tujuan, yakni Cirebon Prujakan dan Yogyakarta Lempuyangan. Pengiriman ke Cirebon Prujakan dari Januari- Juli 2014 mencapai 179.252 ton atau 31 persen dari total pengiriman semen Holcim dengan KA, sedangkan pengiriman ke Lempuyangan mencapai 174.528 atau 30 persen dari total pengiriman dengan KA," katanya.
Menurut dia, PT KAI Daop 5 Purwokerto saat ini mengoperasikan tujuh angkutan semen untuk melayani PT Holcim Indonesia setiap harinya, yakni dua KA tujuan Cirebon Prujakan dan dua KA tujuan Yogyakarta Lempuyangan, sedangkan untuk Solo, Sragen, dan Brumbung masing-masing satu KA.
"Setiap rangkaian KA membawa muatan berkisar 600-700 ton sekali jalan. Kami optimistis volume pengiriman semen Holcim dengan KA akan meningkat terus, mengingat potensi yang ada bisa mencapai 4.000 ton per hari," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, PT KAI Daop 5 Purwokerto telah mengoperasikan sebanyak 151 gerbong datar baru jenis GD produksi PT Inka Madiun serta 11 lokomotif baru seri CC 206 buatan General Electric.
Menurut dia, peningkatan volume pengiriman semen menggunakan KA tersebut juga memberikan sumbangan yang besar terhadap penurunan kepadatan lalu lintas di jalan raya serta penurunan potensi kerusakan jalan.
"Itu semua karena muatan yang dibawa oleh satu KA sebanyak 720 ton identik dengan muatan 20 truk tronton (masing-masing 35 ton, red.)," katanya.

