"Sebagai bentuk otonomi daerah maka (pengelolaan Kanal Banjir Barat, red) akan diserahkan ke pemkot bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam," katanya di Semarang, Senin.
Hal tersebut disampaikan Gubernur usai rangkaian kegiatan peringatan Hari Air Dunia XXI Tingkat Nasional Tahun 2013 di Kanal Banjir Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan sejumlah pejabat terkait.
Bibit menjelaskan, kerja sama secara teknis antara Pemkot Semarang dengan Balai Besar Wilayah Sungai setempat dalam mengelola Kanal Banjir Barat akan diatur secara lebih lanjut karena memiliki potensi.
Sementara Pemerintah Kota Semarang mengajak masyarakat peduli sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai, sehingga sistem drainase dapat lancar dan tidak menjadi penyebab banjir.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA dan ESDM) Kota Semarang Agus Riyanto di Semarang, Senin mengatakan dari kepedulian masyarakat terhadap sungai tersebut diharapkan dapat muncul komunitas peduli sungai.
Menurutnya jika ada komunitas Sungai Banger, Sungai Bringin, Sungai Silandak, dan sungai-sungai lainnya yang ada di Kota Semarang, maka penumpukan sampah di sungai tidak akan terjadi.

