Batang (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memperkuat sinergi dengan pemerintah dan industri dengan dilakukannya penandatanganan dokumen berjudul "Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pembangunan Ekonomi dan Sumber Daya Manusia di Jawa Tengah.
Ruang lingkupnya mencakup pengembangan kompetensi generasi muda lulusan SMA/SMK dan lembaga pelatihan kerja, peningkatan hubungan industrial, serta penyerapan tenaga kerja yang terintegrasi dengan kebutuhan industri di KEK Batang.
"Kami akan melakukan resistensi aktif terhadap pengangguran. Caranya adalah dengan membangun kawasan industri terintegrasi yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dengan mengadopsi model sukses seperti di Batam," kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Batang, Selasa.
Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang sinergis antara dunia industri dengan dunia pendidikan dan pelatihan vokasi di Jawa Tengah.
Meski berfokus pada percepatan ekonomi, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan harus tetap mengedepankan prinsip berkelanjutan karena Jawa Tengah adalah kawasan hijau yang sensasional.
"Setiap langkah pembangunan harus didasarkan pada roadmap yang jelas dan terencana agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan," katanya.
Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang Ngurah Wirawan menyatakan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang dirancang sebagai sebuah ekosistem ekonomi yang berpusat pada manusia (human-centered).
"Dengan kesepakatan ini, kami siap bersinergi dengan pemerintah provinsi, dunia pendidikan, dan pelaku usaha untuk menciptakan tenaga kerja yang produktif, mandiri, serta mampu menjawab kebutuhan industri global," katanya.
Dukungan juga datang dari investor. Mr. Goh Seng Lee, perwakilan dari PSA International, menyampaikan optimisme mencontoh kesuksesan pusat logistik modern di Riyadh dan Dammam.
"Dengan infrastruktur logistik yang kuat dan terhubung dengan pelabuhan serta bandara, Batang berpotensi menjadi pusat manufaktur dan logistik di Asia Tenggara," katanya.
Acara yang dimeriahkan dengan talkshow bertema "Peran Industropolis Batang Sebagai Pusat Logistik Hub dan Pengembangan SDM Jawa Tengah" ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan dua inisiatif digital yakni aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) dan program Internet Desa Gratis.

