
Kapolresta Banyumas tegaskan kolaborasi jadi kunci keamanan daerah pada 2025

Purwokerto (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Kota Banyumas Komisaris Besar Polisi Ari Wibowo menegaskan kolaborasi antara kepolisian, masyarakat, pemerintah daerah, TNI, dan media menjadi kunci utama terjaganya keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sepanjang 2025.
Dalam konferensi pers akhir tahun di Aula Rekonfu Markas Polresta Banyumas, Purwokerto, Banyumas, Rabu, Kapolresta mengatakan situasi kamtibmas yang kondusif merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan yang secara konsisten mendukung upaya kepolisian, baik melalui langkah pencegahan maupun penanganan gangguan keamanan.
"Keamanan di Banyumas tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif masyarakat dan sinergi lintas sektor. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kami," katanya.
Ia mengatakan berdasarkan perbandingan data tahun 2024 dan 2025, angka kriminalitas di wilayah hukum Polresta Banyumas menunjukkan tren penurunan.
Menurut dia, jumlah tindak pidana pada 2025 tercatat sebanyak 291 kasus, turun 104 kasus atau 26 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 395 kasus. Sementara itu, penyelesaian kejahatan mencapai 268 kasus, meskipun turun 53 kasus atau 17 persen secara kuantitas.
Namun demikian, kata dia, persentase penyelesaian perkara justru meningkat dari 81 persen pada 2024 menjadi 92 persen pada 2025 atau naik 11 persen.
"Penurunan tersebut diikuti dengan meningkatnya persentase penyelesaian perkara serta menurunnya risiko dan interval terjadinya kejahatan," katanya menjelaskan.
Dalam hal ini, kata dia, risiko penduduk menjadi korban kejahatan juga menurun dari 20 menjadi 15 orang per 100.000 penduduk.
Selain itu, lanjut dia, Polresta Banyumas juga mencatat selang waktu terjadinya kejahatan semakin lama, dari rata-rata 22 jam 10 menit 38 detik pada 2024 menjadi 30 jam 06 menit 11 detik pada 2025, atau lebih lambat sekitar tujuh jam 55 menit.
Menurut dia, hasil tersebut merupakan buah dari penguatan langkah preemtif dan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pendekatan sosial, kultural, dan keagamaan yang mengedepankan nilai kekeluargaan dalam pelayanan kepolisian.
"Polresta Banyumas juga mencatat penurunan pada sejumlah tindak pidana menonjol, seperti perjudian dan narkotika," katanya.
Kendati demikian, dia mengatakan pengungkapan barang bukti narkoba justru meningkat sebagai wujud komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika secara menyeluruh.
Dalam hal ini, kata dia, barang bukti narkotika jenis sabu-sabu meningkat drastis dari 819 gram pada 2024 menjadi 1.146 gram pada 2025.
Menurut dia, pada tahun 2024 terdapat 136 kasus narkoba yang melibatkan 164 tersangka, sedangkan pada tahun 2025 sebanyak 106 kasus dengan 133 tersangka.
Di bidang lalu lintas, lanjut dia, angka kecelakaan sepanjang 2025 mengalami penurunan 13,91 persen dari 1.841 kejadian pada 2024 menjadi 1.585 kejadian, termasuk fatalitas korban meninggal dunia turun drastis sebesar 44,30 persen, yakni dari 79 jiwa pada 2024 menjadi 44 jiwa pada 2025.
Menurut dia, upaya tersebut didukung dengan edukasi keselamatan berlalu lintas serta penegakan hukum yang mengedepankan pendekatan humanis.
"Keselamatan berlalu lintas harus dibangun dari kesadaran bersama, bukan hanya melalui penindakan, juga edukasi sejak dini," katanya.
Ia mengatakan Polresta Banyumas terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui optimalisasi layanan darurat 110 yang beroperasi selama 24 jam dan mencatat respons cepat terhadap pengaduan masyarakat.
Pihaknya berkomitmen mempertahankan situasi kamtibmas yang kondusif dengan memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat serta meningkatkan profesionalisme dan integritas personel.
"Kami berharap kolaborasi yang sudah terjalin dapat terus diperkuat demi mewujudkan Banyumas yang aman, nyaman, dan tertib," kata Kombes Ari.
Baca juga: Bulog jamin ketersediaan stok beras dan minyak goreng di Banyumas selama Nataru
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
