
PO Bus di Kudus mulai menyiapkan armada hadapi arus mudik Lebaran 2026

Kudus (ANTARA) - Perusahaan Oto Bus (PO) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai mempersiapkan kelaikan armada bus untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026, guna memastikan layanan transportasi bagi pemudik berjalan aman, nyaman, dan lancar.
"Sekitar 145 armada bus akan kami persiapkan untuk menyambut mudik Lebaran 2026," Pemilik PT Haryanto Motor Indonesia Haryanto di Kudus, Rabu.
Ia mengatakan saat ini armada tersebut mulai menjalani perawatan dan pengecekan berkala guna memastikan seluruh bus dalam kondisi laik jalan. Kesiapan armada menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan mudik.
"Armada bus harus prima agar mudik Lebaran Idul Fitri 2026 bisa berlangsung aman dan terjamin keselamatannya," ujar dia.
Haryanto menyebutkan trayek yang dilayani meliputi berbagai daerah, antara lain Kudus–Lasem–Rembang, Madura, Kalianget, Merak, Solo, Wonogiri, Pacitan, Bojonegoro, hingga beberapa daerah di tanah air. Kapasitas tempat duduk setiap unit bus bervariasi, mulai dari 21 hingga 28 kursi. Selain itu, terdapat pula layanan patas Jogja–Pati dengan 11 unit armada.
Meski demikian, ia mengakui jumlah penumpang bus saat ini mengalami penurunan cukup signifikan, bahkan mencapai sekitar 40 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh situasi perekonomian nasional dan global.
"Kondisi perekonomian global turut berpengaruh, termasuk adanya gelombang PHK. Pekerja yang sebelumnya sering menggunakan bus antardaerah menjadi berkurang," ujar dia.
Selain itu, pemindahan sejumlah perusahaan ke daerah dengan upah minimum kabupaten (UMK) yang lebih rendah juga berdampak pada menurunnya jumlah penumpang.
Menurut dia, melambatnya sejumlah proyek besar, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), ikut mempengaruhi arus mobilitas pekerja antardaerah yang sebelumnya cukup tinggi.
Kendati demikian, Haryanto optimistis kondisi ekonomi akan terus membaik di bawah pemerintahan saat ini, sehingga sektor transportasi kembali bergairah.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, seperti kemudahan akses kredit dan ketersediaan suku cadang, agar bisnis transportasi tetap eksis.
"Kami berharap perekonomian nasional terus bergerak membaik. Bisnis transportasi sangat dibutuhkan saat mudik Lebaran dan juga membuka banyak lapangan pekerjaan," ujar dia.
Saat ini, perusahaan yang dikelolanya mempekerjakan ribuan karyawan, tidak hanya di sektor transportasi bus, tetapi juga rumah makan yang tersebar di sejumlah daerah, termasuk Madura dan Sumenep.
Terkait tarif Lebaran, dia menyampaikan penetapan harga mengikuti ketentuan yang berlaku, yakni adanya tarif batas bawah dan batas atas serta kemungkinan pemberlakuan tuslah sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
Untuk mudik Lebaran 2026, Haryanto memprediksi jumlah penumpang berpotensi meningkat dibandingkan tahun lalu seiring mulai pulihnya kondisi ekonomi.
"Harapannya ekonomi terus membaik sehingga masyarakat bisa menikmati suasana Lebaran. Kami siap melayani mudik dengan armada yang ada," ujar dia.
Baca juga: Ketua DPRD Jateng meminta pemprov perbaiki jalan rusak menjelang mudik
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
