
Bupati ajak seluruh elemen mewujudkan nol talasemia di Banyumas

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi guna mewujudkan Program Nol Talasemia di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui penguatan layanan kesehatan, edukasi, serta deteksi dini secara berkelanjutan.
Bupati mengatakan penanganan dan pencegahan talasemia bukanlah perjuangan jangka pendek, melainkan proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan kerja bersama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi, pasien, serta keluarga.
“Kita patut bersyukur karena di Kabupaten Banyumas telah memiliki fasilitas pelayanan talasemia yang sangat baik di RSUD Banyumas. Keberadaan layanan ini menjadi kekuatan penting bagi daerah kita,” katanya di Purwokerto, Rabu, saat pelantikan pengurus Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI) Cabang Banyumas dan Persatuan Orang Tua Penyandang Thalassaemia Indonesia (POPTI) Cabang Banyumas periode 2026-2031.
Ia mengatakan pelayanan talasemia di RSUD Banyumas telah didukung sarana dan prasarana memadai serta tenaga medis kompeten.
Namun demikian, kata dia, upaya pencegahan tetap harus diperkuat melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
“Saya mengajak kita semua untuk terus memperkuat kolaborasi, memperluas edukasi, dan menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pencegahan talasemia adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kebersamaan dan langkah yang searah, saya yakin cita-cita nol talasemia di Banyumas dapat kita wujudkan secara bertahap,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan yang nyaman bagi penyandang talasemia, mengingat pasien harus menjalani transfusi darah secara rutin seumur hidup.
“Rumah sakit bisa diibaratkan rumah kedua bagi mereka. Karena itu fasilitas harus dibuat senyaman mungkin agar pasien, khususnya anak-anak, merasa aman, dan tidak jenuh saat menjalani transfusi,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Ruang Thalasemia RSUD Banyumas Susilowati mengatakan hingga kini terdapat 613 pasien talasemia yang ditangani, dengan rata-rata 32 pasien per hari menjalani transfusi.
“Jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 38 bed (tempat tidur) dan untuk fasilitas sudah cukup lengkap. Kami juga telah menyiapkan ruang perpustakaan untuk menambah kenyamanan pasien,” katanya.
Dia mengatakan mayoritas pasien merupakan anak-anak karena mencapai 377 orang, sedangkan pasien dewasa tercatat 254 orang. Pada hari Sabtu, kata dia, jumlah pasien dapat meningkat hingga 40 orang karena bertepatan dengan hari libur sekolah.
Ketua YTI Cabang Banyumas Nuraeni Tri Haryanti Sadewo mengatakan kepengurusan baru berkomitmen memperkuat pendampingan pasien dan keluarga sekaligus memperluas edukasi mengenai deteksi dini dan skrining talasemia.
“Peran yayasan tidak hanya sebatas pendampingan, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan penyandang talasemia dengan berbagai pihak yang peduli. Semakin banyak masyarakat yang paham, semakin besar peluang kita mencegah kasus baru,” katanya.
Dia mengharapkan Banyumas ke depan tidak hanya memiliki layanan talasemia yang baik, juga menjadi daerah yang inklusif, peduli, dan mampu mendukung penyandang talasemia untuk tetap tumbuh, belajar, dan berkarya sesuai kemampuan mereka.
Baca juga: Bulog Banyumas jaga ketersediaan minyak goreng Minyakita di Purbalingga
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
