Logo Header Antaranews Jateng

BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Klaten gelar sosialisasi untuk tingkatkan literasi jaminan sosial pada pegiat masjid

Kamis, 16 April 2026 19:39 WIB
Image Print
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Bambang Joko Sutarto saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan sosialisasi bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Aris Wasita

Klaten (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Klaten menggelar sosialisasi untuk meningkatkan literasi jaminan sosial pada pegiat masjid.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Bambang Joko Sutarto menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat terhadap manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, salah satunya melalui penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan sosialisasi bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis.

Ia menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir bagi pekerja formal, tetapi juga menyasar pekerja rentan, termasuk para penggiat masjid seperti marbot, takmir, dan pengurus masjid lainnya yang masuk dalam kategori Bukan Penerima Upah (BPU). Saat ini, para pegiat masjid didorong untuk mengikuti dua program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan skema pembiayaan yang dapat bersumber dari dukungan pemerintah daerah maupun secara mandiri.

“Melalui silaturahmi ini, kami ingin meningkatkan pemahaman penggiat masjid mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Bambang.

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis menyerahkan kartu kepesertaan kepada perwakilan pegiat masjid di Kabupaten Klaten, serta santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja.

Di Kabupaten Klaten, sepanjang tahun 2025 hingga saat ini, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat klaim dari seluruh program dengan total nilai mencapai Rp352,81 miliar. Selain itu, sebanyak 415 anak juga telah menerima manfaat beasiswa pendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi dengan nominal Rp3,14 miliar.

“Itulah bukti kehadiran nyata melindungi dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Klaten,” tegasnya.

Ia juga menegaskan upaya ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, sekaligus menjadi bagian dari strategi BPJS Ketenagakerjaan yang berfokus pada Coverage, Care, dan Credibility.

Lebih lanjut, ia menyampaikan perluasan perlindungan jaminan sosial terus didorong melalui kolaborasi dengan berbagai ekosistem, termasuk keagamaan dan komunitas masyarakat.

“Kami tidak hanya berkolaborasi dengan DMI, tetapi juga mulai menjangkau ekosistem keagamaan lainnya serta komunitas seperti RT dan RW. Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan perlindungan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten Klaten H. Musta’in menyampaikan komitmen penuh DMI dalam mendukung perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja keagamaan.

“Kami memiliki program untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja keagamaan seperti pengurus takmir masjid, pengurus ormas keagamaan, marbot, imam, dan muadzin. Melalui program ini, DMI dari pusat hingga daerah berkomitmen untuk mendorong perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia menambahkan DMI secara aktif menggerakkan seluruh jajarannya hingga tingkat kecamatan dan desa untuk mendukung implementasi program tersebut.

“Pada kegiatan ini, kami mengundang berbagai pihak, termasuk KUA dan MUI se-Kabupaten Klaten serta seluruh pengurus DMI. Harapannya, program ini dapat berjalan hingga ke desa-desa dan dukuh-dukuh, dengan peran aktif pengurus DMI di kecamatan sebagai fasilitator,” jelasnya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Bambang Joko Sutarto saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan sosialisasi bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Aris Wasita

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY Hesnypita menyampaikan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin antara BPJS Ketenagakerjaan dengan DMI dan Baznas di tingkat provinsi.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di ekosistem keagamaan, khususnya bagi penggiat masjid seperti marbot dan takmir, yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitasnya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan bersama DMI berharap literasi masyarakat semakin meningkat serta kolaborasi yang terbangun dapat mempercepat perluasan kepesertaan, sehingga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih luas dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pekerja di Indonesia.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026