Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah melakukan mujahadah dan doa bersama pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat menyambut Tahun Baru 2026 di Pendopo Pengayoman Temanggung.
Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Rabu malam menyampaikan bencana yang terjadi di beberapa wilayah Tanah Air menjadi pengingat bagi semua bahwa kehidupan ini sangat rapuh dan sepenuhnya berada dalam kuasa Tuhan.
"Duka yang dirasakan oleh masyarakat Aceh dan Sumatera Utara dan Sumatera Barat hari ini adalah duka kita bersama. Oleh karena itu, melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT agar para korban diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan, dan semoga para korban yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," katanya.
Ia menuturkan, di saat yang sama juga memanjatkan doa agar Kabupaten Temanggung senantiasa diberi perlindungan, dijauhkan dari segala bentuk bencana, serta dianugerahi kondisi yang aman, nyaman, tenteram, dan penuh keberkahan dalam menyongsong Tahun 2026.
Ia menyampaikan, berdasarkan laporan Asisten Pemerintahan bahwa penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama berbagai elemen masyarakat berhasil menghimpun dana lebih dari Rp1,2 miliar.
"Jumlah tersebut merupakan wujud nyata dari solidaritas,empati, dan kepedulian masyarakat Temanggung. Atas nama Pemerintah Kabupaten Temanggung, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, ASN, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, relawan, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dengan penuh keikhlasan," katanya.
Menurut dia, dana yang terkumpul akan segera disalurkan sesuai ketentuan untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Tahun 2025 yang akan segera kita tinggalkan telah kita lalui dengan berbagai dinamika, tantangan, dan capaian. Ada keberhasilan yang patut kita syukuri, namun ada pula kekurangan yang harus kita perbaiki bersama. Momentum tahun baru ini menjadi saat yang tepat bagi kita semua untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, serta memperbarui komitmen dalam membangun daerah yang kita cintai," katanya.
Memasuki tahun baru 2026, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menatap masa depan dengan optimisme dan semangat baru. Tantangan pembangunan ke depan tentu semakin kompleks, namun dengan kebersamaan, kerja keras, inovasi, serta dukungan doa dari seluruh masyarakat mampu mewujudkan Temanggung untuk SEMUA (Sejahtera, bErkelanjutan, Mudah, inklUsif, Aman).

