Apresiasi warga Jateng yang tidak mudik, Ganjar jamin kebutuhan dasar

id mudik,ganjar pranowo

Apresiasi warga Jateng yang tidak mudik, Ganjar jamin kebutuhan dasar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Semarang (ANTARA) - Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi warga Jawa Tengah (Jateng) di daerah perantauan yang tidak mudik ke kampung halaman, sesuai imbauan pemerintah guna mengantisipasi meluasnya penyebaran Virus Corona jenis baru (COVID-19).

"Saya berterima kasih betul masyarakat sudah menaati ketentuan ini. Sudah banyak dari negara juga menyampaikan, Pak kita tetap bertahan dan tidak mudik dengan berbagai alasan," kata Ganjar Pranowo di Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Ganjar Pranowo memastikan pemerintah akan mencukupi kebutuhan warga yang tetap bertahan itu, minimal kebutuhan dasar yang akan disalurkan oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Presiden Jokowi larang mudik untuk ASN, TNI, Polri dan pegawai BUMN
Baca juga: Denny: Indonesia berpotensi lima besar COVID-19 jika mudik dibolehkan


Menurut dia, bantuan kebutuhan dasar itu akan mulai didistribusikan pada pekan depan.

"(Warga yang tidak mudik) tidak boleh kita diamkan begitu saja, mesti kita urus agar pengorbanan mereka untuk tidak mudik tidak membawa tambah sengsara. Setidaknya pada kebutuhan dasar mereka," ujar Ganjar Pranowo.

Selain larangan mudik, kepada masyarakat yang berada di luar daerah, Ganjar juga menginstruksikan agar para Pegawai Negeri Sipil (PNS) menahan diri untuk tidak pulang kampung, apalagi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan tersebut.

"Akan ada sanksinya, ini masih kita bahas," kata Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengungkapkan jumlah pemudik ke Jawa Tengah sudah mengalami penurunan mulai awal April 2020.

Pada 1 April 2020 jumlah pemudik tercatat menjadi 20.005 orang atau turun dari 131.977 orang pada 31 Maret 2020 dan pada 2 April 2020 ada 15.919 orang pemudik.

Meski pada 3 April 2020 terjadi lonjakan dengan masuknya 87.378 orang pemudik, pada 4 April 2020 turun jadi 26.919 orang, 5 April 2020 menjadi 38.098 orang.

Pada tanggal 6 April 2020 jumlah pemudik benar-benar turun drastis dengan hanya 6.361 orang dan 7 April 2020 hanya tercatat 4.636 orang pemudik yang masuk ke Jawa Tengah.
 
"Sampai hari ini kalau kita lihat persentase terjadi penurunan," kata Ganjar Pranowo.

Baca juga: Wali Kota Semarang mohon kerelaan masyarakat tidak mudik
Baca juga: Warga Banyumas diwajibkan gunakan masker dan jangan mudik
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar