48 ribu babi mati di Sumut akibat virus hog cholera dan ASF

id Babi mati di sumut,African Swine Fever,Hog Cholera

48 ribu babi mati di Sumut akibat virus hog cholera dan ASF

Bangkai babi ditemukan di Danau Siombak, Medan, Sumatera Utara. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat hingga Kamis(13/2)  tercatat 48.000 ekor babi mati akibat virus hog cholera dan African Swine Fever (ASF) di provinsi tersebut.
 
"Sejauh ini ada 48 ribu ekor babi yang mati di Sumatera Utara," kata Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam rapat dengar pendapat terkait persoalan babi di Sumut di kantor DPRD Sumut, Kamis.
 
Ia menyebutkan, sampai saat ini pihaknya belum dapat memberikan solusi terkait persoalan kematian babi di Sumatera Utara. Namun sudah melakukan sejumlah langkah terkait penanganan kematian babi.

Baca juga: Kementerian Pertanian: 888 babi mati di Bali dalam 1 bulan terakhir
 
"Kita sudah bentuk tim untuk membantu masyarakat untuk menanam babi tersebut jika mati," ujarnya.
 
Dalam rapat yang juga dihadiri Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin dan Kepala Kejati Sumut Amirianto, ia meminta masukan dari seluruh pihak untuk penanganan masalah kematian babi.
 
"Mari saudara-saudaraku berikan masukan kepada kami untuk menangani permasalahan kematian babi di Sumatera Utara ini," ujarnya.

Baca juga: 808 babi di Bali mati terkena Flu Babi Afrika
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar