Diantisipasi, tersendatnya pengiriman bawang putih China

id TPID, bawang putih

Diantisipasi, tersendatnya pengiriman bawang putih China

Salah satu pedagang bawang putih di Pasar Legi Solo. ANTARA/Mohammad Ayudha

Kami menciptakan bibit unggul dan sedang dikembangkan di sejumlah klaster untuk kebutuhan pembibitan bawang putih. Harapannya ke depan bisa direplikasi secara masif
Solo (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta berupaya mengantisipasi kemungkinan tersendatnya pengiriman komoditas bawang putih dari China terkait merebaknya virus Corona di negara tersebut, dengan mengembangkan klaster bawang putih di sejumlah daerah .

"Bawang putih menjadi salah satu komoditas yang akan coba kami identifikasi stoknya, ada atau tidak," kata Wakil Ketua TPID Kota Surakarta Bambang Pramono di Solo, Rabu.

Sejauh ini, dikatakannya, sejumlah pedagang mengaku belum kesulitan memperoleh barang dari distributor. Oleh karena itu, harga masih cenderung stabil.

Meski demikian, diakuinya, saat ini secara keseluruhan mulai ada penurunan pasokan. Ia mengatakan jika dalam beberapa hari sekali pengiriman bawang putih ke Kota Solo bisa mencapai 20 kontainer, untuk saat ini hanya sebanyak 4 kontainer.

"Apakah ini akibat merebaknya virus tersebut, kami belum tahu. Tetapi kan di China itu ada banyak daerah ya. Kita bisa mencari alternatif pengiriman dari daerah lain," katanya.

Baca juga: Stabilkan harga komoditas pokok, TPID Surakarta gelar Pasar Mirunggan

Sementara itu, ia tidak menampik jika pengiriman tersendat maka akan berdampak pada tidak stabilnya harga bawang putih di dalam negeri mengingat sampai saat ini sekitar 95 persen kebutuhan bawang putih di dalam negeri masih dipenuhi oleh negara lain.

Terkait hal itu, dikatakannya, saat ini Bank Indonesia (BI) tengah mengembangkan klaster bawang putih di sejumlah daerah dengan melibatkan para petani pedesaan.

"Kami menciptakan bibit unggul dan sedang dikembangkan di sejumlah klaster untuk kebutuhan pembibitan bawang putih. Harapannya ke depan bisa direplikasi secara masif," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Surakarta ini.

Dengan demikian, diharapkan pula ke depan produk pertanian tersebut bisa memenuhi permintaan dalam negeri, sehingga masyarakat khususnya Soloraya tidak lagi mengandalkan pasokan bawang putih impor.

Baca juga: Temanggung sentra pengembangan benih bawang putih Indonesia
Baca juga: Di Tawangmangu, BI kembangkan bawang putih unggul
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar