Banyumas dirikan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu

id haji

Banyumas dirikan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu

Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Banyumas. ANTARA/HO/Kemenag Banyumas

Purwokerto (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendirikan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

"PLHUT Banyumas menurut rencana akan diresmikan pada Jumat (13/12) besok," kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Banyumas, Purwanto Hendro Puspito di Purwokerto, Kamis.

Dia mengatakan, tujuan pembangunan PLHUT adalah untuk memberikan pelayanan satu atap atas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Baca juga: Calon haji keberangkatan 2020 diimbau segera lengkapi dokumen persyaratan

"Pelayanan yang diberikan antara lain terkait dengan informasi proses pendaftaran, pembatalan, pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), konsultasi, bimbingan manasik, hingga pelayanan dan informasi tentang umrah," katanya.

Selain itu, kata dia, tujuan lain pendirian pusat layanan haji dan umrah adalah untuk mewujudkan hak-hak masyarakat berupaya pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jamaah haji dan umrah oleh aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama dan pihak-pihak terkait.

"Selain itu tujuan pendirian PLHUT juga untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana layanan haji dan umrah," katanya.

Dia juga menambahkan, Kemenag Banyumas berharap keberadaan PLHUT akan memberikan banyak manfaat positif bagi penyelenggaraan haji dan umrah di wilayah setempat.

Sementara itu, dia juga menginformasikan bahwa kuota haji untuk Kabupaten Banyumas pada tahun 2020 mendatang sebanyak 1.120 orang.

Kendati demikian, kata dia, penetapan kuota tersebut masih bersifat sementara sehingga masih ada kemungkinan mengalami perubahan.
"Masih bersifat sementara bisa jadi ada perubahan bisa saja masih dapat bertambah," katanya.

Dia menjelaskan, pada saat ini pihaknya telah melakukan rapat koordinasi terkait dengan rencana pembuatan paspor haji.

"Dari rapat tersebut disepakati bahwa berkas persyaratan harus telah masuk pada akhir bulan Desember 2019 dan pengambilan foto sidik jari, wawancara, rekam biometrik hingga pembuatan paspor akan dimulai bulan Januari 2020," katanya.

Baca juga: Kuota haji Banyumas tersisa 1.120 orang

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar