Purbalingga, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengoptimalkan peran industri kecil dan menengah (IKM) dengan menyerahkan hibah mesin dan peralatan produksi kepada 371 pelaku IKM guna meningkatkan produktivitas usaha serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Bantuan tersebut diserahkan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif kepada pelaku IKM, yang tergabung dalam 19 kelompok IKM se-Kabupaten Purbalingga di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Jateng, Selasa.
Dalam kesempatan itu, Bupati Fahmi mengatakan hibah mesin dan peralatan produksi merupakan sarana penunjang yang memang dibutuhkan pelaku usaha untuk mendukung kelancaran proses produksi.
Ia mengharapkan bantuan itu mampu meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing IKM.
"Harapannya, bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas dan kelancaran usaha, sehingga berdampak pada peningkatan omzet pendapatan serta kesejahteraan pelaku IKM di Kabupaten Purbalingga," katanya.
Ia mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga dan memanfaatkan peralatan tersebut secara optimal sehingga memberikan dampak nyata terhadap usaha, baik dari sisi peningkatan produktivitas maupun pendapatan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut dia, masih banyak pelaku IKM yang belum memiliki sarana dan prasarana produksi memadai.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah memberikan dukungan berupa peralatan produksi agar pelaku usaha dapat memenuhi standar, meningkatkan kualitas, serta menambah kuantitas hasil produksi.
"Saya meyakini terjaganya eksistensi dan meningkatnya produktivitas IKM akan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan Pemkab Purbalingga berkomitmen terus mendorong penguatan kapasitas dan daya saing IKM melalui berbagai program, mulai dari pelatihan, pendampingan, fasilitasi pasar, hingga pemberian hibah mesin dan peralatan produksi.
Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk perbankan, untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Purbalingga Agung Widiarto mengatakan sasaran bantuan adalah kelompok IKM yang bergerak di bidang industri gula kelapa, kopi, olahan makanan dan minuman, serta kerajinan.
"Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2025 dengan total alokasi Rp156.420.000," katanya.
Ia mengatakan jenis peralatan yang disalurkan, antara lain mesin roasting kopi, boks kontainer, pongkor, ayakan gula, wajan besi, continuous sealer, mesin penggiling kedelai, perajang sriping, mesin las dan gerinda, kompor gas dua tungku, oven gas, dandang, blender, timbangan digital, loyang roti, kompor turbo, kompor panggang, wajan stainless, panci besar, oven biasa, serta berbagai peralatan produksi lainnya.
Salah seorang penerima bantuan, Adi Suseno mengaku bersyukur atas bantuan mesin roasting kopi yang diterimanya.
Menurut dia, ketersediaan bahan baku kopi di wilayah tersebut cukup melimpah sehingga bantuan itu sangat bermanfaat.
"Terima kasih kepada Mas Bupati atas bantuan mesin roasting kopi ini. Harapannya petani kopi di Danasari bisa lebih maju dan berkembang," kata dia yang berasal dari Kelompok Tani Igir Kele, Desa Danasari.
Baca juga: Komisi VII dorong IKM Grobogan naik kelas penguatan wirausaha baru

