
BNN Purbalingga memperkuat rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba

Purbalingga (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga Nasrudin menegaskan penguatan layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba menjadi bagian penting strategi nasional dalam menyelamatkan generasi muda demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Dalam konferensi pers akhir tahun di Kantor BNN Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa, Nasrudin mengatakan pendekatan rehabilitasi merupakan wujud war on drugs for humanity (perang melawan narkoba untuk kemanusiaan) yang memandang penyalahguna dan pecandu narkoba sebagai manusia yang harus diselamatkan dan dipulihkan, bukan semata-mata untuk dihukum.
“Rehabilitasi adalah upaya mengembalikan fungsi sosial penyalahguna agar kembali sehat, produktif, dan diterima di masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan sepanjang tahun 2025, capaian layanan rehabilitasi rawat jalan di BNN Kabupaten Purbalingga melampaui target nasional.
Dari target 22 klien, kata dia, realisasi mencapai 44 klien atau meningkat 100 persen.
“Meskipun demikian, kondisi tersebut menjadi alarm bagi semua pihak akan masih tingginya kerentanan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Ia mengatakan dari jumlah tersebut, sebagian besar klien merupakan laki-laki, sementara sisanya perempuan.
Sementara berdasarkan usia, kata dia, klien terbagi merata antara usia di bawah 19 tahun dan di atas 19 tahun.
Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, lanjut dia, klien didominasi lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, yang menunjukkan pentingnya intervensi dini di lingkungan keluarga dan pendidikan.
“Data ini menjadi pengingat bahwa narkoba telah menyasar usia sangat muda. Karena itu rehabilitasi harus diiringi penguatan pencegahan di sekolah dan keluarga,” katanya.
Selain layanan rawat jalan, kata dia, BNN Kabupaten Purbalingga yang mengampu Kabupaten Banjarnegara juga mencatat capaian layanan pascarehabilitasi melebihi target.
Dari target 20 klien, lanjut dia, realisasi mencapai 30 klien atau 150 persen.
“Pascarehabilitasi dilakukan untuk memastikan klien tetap pulih dan mampu menjalankan fungsi sosial secara berkelanjutan,” katanya menjelaskan.
Ia mengatakan BNN Kabupaten Purbalingga juga menggandeng komponen masyarakat melalui fasilitasi lembaga rehabilitasi berbasis komunitas serta mengembangkan inovasi rehabilitasi jemput bola di lingkungan sekolah bagi pelajar yang terindikasi penyalahgunaan narkoba.
Menurut dia, penguatan rehabilitasi tidak dapat dilakukan oleh BNN semata.
Dalam hal ini, kata dia, dukungan pemerintah daerah, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemulihan korban penyalahgunaan narkoba.
“Rehabilitasi bukan hanya soal layanan kesehatan, tetapi soal kepedulian bersama untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa,” katanya.
Nasrudin mengharapkan kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar upaya rehabilitasi berjalan optimal sekaligus menekan angka penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
