Tunggu Naik Ring, Daud Yordan Latihan di Kalimantan

id tunggu naik ring daud yordan latihan di kalimantan

Tunggu Naik Ring, Daud Yordan Latihan di Kalimantan

Daud Yordan

Semarang, Antara Jateng - Juara kelas ringan (61,2 kilogram) WBA Internasional Daud Yordan masih menjalani latihan di Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat, sambil menunggu jadwal pertarungan berikutnya.

"Saya masih menjalani latihan di Kalimantan Mas' dan latihannya juga masih bersifat umum sambil menunggu keputusan dari manajemen soal pertarungan mendatang," kata Daud Yordan ketika dihubungi dari Semarang, Jateng, Rabu.

Ketika ditanya apakah pertarungan mendatang jadi dilaksanakan pada November 2016, petinju dengan rekor bertarung 36 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah tersebut mengatakan, sekarang masih dalam tahap negosiasi sama manajemen.

"Masih dalam tahap negosiasi sama manejemen baik soal tempat, tanggal, dan bulan pertarungan," kata petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 JUli 1987 tersebut.

Seperti diwartakan sebelumnya, petinju andalan Indonesia saat ini yaitu Daud Yordan baru saja merebut gelar juara WBA internasional setelah mengalahkan petinju asal Argentina, Cristian Rafael Coria, di Uruguay beberapa waktu lalu. Kemenangan ini membuka peluang petinju yang akrab dipanggil Cino ini menantang juara dunia.

Saat ini petinju asal Kalimantan Barat ini berada di peringkat pertama untuk menantang sang juara dunia. Untuk itu pertandingan yang dijadwalkan digelar akhir tahun ini diramalkan akan berlangsung dengan seru.

"Untuk calon lawan hingga saat ini belum ditentukan. Saat ini kami terus melakukan koordinasi dengan WBA karena WBA yang akan menetapkan siapa calon lawan yang akan dihadapi Daud Yordan," kata Promotor Raja Sapta Oktohari saat itu.

Ada tiga petinju yang berpeluang akan ditantang oleh Daud Yordan yaitu juara kelas ringan WBA Anthony Crolla, juara dunia kelas ringan versi WBC, Jorge Linares serta berpeluang naik ke kelas super ringan untuk menantang juara dunia WBA, Ricky Burns.
Pewarta :
Editor: hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar