Logo Header Antaranews Jateng

Camat-lurah di Kota Magelang kedepankan kepemimpinan kolaboratif

Sabtu, 3 Januari 2026 05:50 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (kiri) dalam acara pembukaan kegiatan Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Kolaboratif bagi Camat dan Lurah se-Kota Magelang di Taman Kyai Langgeng, Kota Magelang, Jumat (2/1/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mendorong para camat dan lurah di daerah setempat untuk mengedepankan kepemimpinan kolaboratif dengan melibatkan warga sejak perumusan solusi, membuka akses data, memberi ruang gagasan, serta mengelola perbedaan melalui dialog.

“Jangan hadapi permasalahan sendirian. Tidak ada pemimpin yang bekerja sendiri. Hilangkan egosektoral. Anda bukan superman, tapi supertim,” ujarnya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu saat membuka kegiatan Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Kolaboratif bagi Camat dan Lurah se-Kota Magelang di Taman Kyai Langgeng, Kota Magelang, Jumat (2/1), yang dihadiri antara lain Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso, Penjabat Sekda Kota Magelang Larsita, seluruh asisten Sekda Kota Magelang, dan sejumlah kepala OPD terkait.

Ia mengingatkan para camat dan lurah sebagai pemimpin wilayah tidak bekerja sendiri.

Peran strategis camat dan lurah, ucapnya, sebagai ujung tombak pemerintahan daerah dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat yang semakin kompleks.

Ia menyebut tantangan pembangunan perkotaan saat ini tidak lagi bisa diselesaikan dengan pendekatan sektoral dan birokratis.

Camat dan lurah, kata dia, dituntut mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi tindakan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

“Di tangan para camat dan lurah, kebijakan diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh warga,” ujar Damar.

Menurut dia, penanganan persoalan seperti stunting, keamanan lingkungan, kebersihan wilayah, pembinaan anak dan remaja, penguatan UMKM hingga peningkatan kualitas layanan publik, membutuhkan kepemimpinan yang kolaboratif dan inklusif.

Dalam konteks tersebut, ucapnya, camat dan lurah memegang posisi kunci karena berada paling dekat dengan masyarakat.

“Ketika camat dan lurah hadir secara persuasif, mau mendengar, dan mengajak masyarakat terlibat, maka warga akan merasakan bahwa negara benar-benar hadir bersama mereka,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Magelang Anita Diah Lestari menjelaskan pengembangan kompetensi kepemimpinan kolaboratif untuk camat dan lurah digelar selama 2-3 Januari 2026 di Gedung Kepodang, Komplek Taman Kyai Langgeng Kota Magelang.

Peserta akan diberi materi dari narasumber Wali Kota Magelang, Wakil Wali Kota Magelang, Pj Sekda Kota Magelang, kepala OPD terkait dan kalangan profesional.

Dia mengharapkan kegiatan ini memperkuat kapasitas kepemimpinan camat dan lurah agar lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang humanis dan akuntabel.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026