
Pemprov Jateng-NTU Singapura jajaki kerja sama tingkatkan kapasitas ASN

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menjajaki kerja sama dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura sebagai upaya meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hal itu terangkum dalam pertemuan Senior Advisor NTU Singapura Mohamad Maliki bin Osman dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Jumat. Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama untuk peningkatan kapasitas ASN Pemprov Jateng dan peluang beasiswa S2 bagi masyarakat Jateng.
Mohammad Maliki mengatakan NTU memiliki program beasiswa S2 atau master degree yang dijalankan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk seluruh masyarakat Indonesia dengan kuota 200 orang per tahun.
Pembiayaan dari program beasiswa tersebut melalui skema joint funding antara LPDP dan NTU, sementara pendaftaran dapat dilakukan melalui LPDP atau langsung mengajukan ke NTU.
"Kami sudah berjumpa dengan Gubernur untuk ikut menggalakkan dan melihat apakah ada masyarakat atau pegawai yang bisa dihantar ke Singapura untuk menuntut ilmu S2. Bidang apapun juga, teknik, komunikasi, dan sebagainya bisa," katanya.
Ia juga menyampaikan Singapore Coorporation Program (SCP) yang memfasilitasi pegawai Pemprov Jateng yang mau mengikuti kursus pendek tentang berbagai bidang guna mendukung pembangunan di Jateng.
Biaya SCP akan difasilitasi oleh Pemerintah Singapura, sedangkan Pemprov Jateng hanya menanggung biaya perjalanan ke Singapura, dengan kuota sesuai keinginan dan kebutuhan dari Pemprov Jateng.
"Boleh mengikuti kursus, misalnya water management, waste management, Artificial intelligence (AI), dan sebagainya. Semua disediakan dan boleh dimanfaatkan oleh pegawai kantor provinsi," katanya.
NTU Singapura merupakan universitas peringkat 12 dunia dan selama ini sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah menjalin kerja sama dengan NTU, sehingga cukup banyak mahasiswa Indonesia.
Sementara itu Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyambut baik tawaran kerja sama dari NTU Singapura untuk meningkatkan kapasitas SDM ASN.
Ia langsung memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng untuk memetakan pegawainya yang mau belajar S2 maupun kursus singkat.
Tidak hanya itu ia juga mendorong agar ada dari ASN guru dan lainnya untuk belajar di NTU Singapura. "Langsung didata, dipetakan, mana saja dan siapa saja, guru juga boleh," kata Gubernur Jateng Ahmad Lutfi.
Baca juga: Jateng mengalokasikan Rp28 miliar untuk pengentasan kemiskinan di Brebes
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
