
Jokowi tak mau spekulasi soal dalang di balik tudingan ijazah palsu

Solo (ANTARA) - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mau berspekulasi soal dalang di balik tudingan dugaan ijazah palsu.
“Saya tidak mau berspekulasi,” katanya di Solo, Jawa Tengah, Jumat.
Ia juga tidak mau menuduh siapapun. Terkait tudingan tersebut, ia hanya ingin agar proses hukum tetap berjalan.
“Saya tidak mau menuduh siapapun, biarkan proses hukum berjalan apa adanya,” katanya.
Sementara itu, mengenai keadilan restoratif (restorative justice/RJ) yang dilakukan oleh Rismon Hasiholan Sianipar (RHS), Jokowi mengatakan hal itu merupakan kewenangan dari Polda Metro Jaya.
“Kewenangan para penyidik, Rismon Sianipar hanya hadir ke saya, kemudian minta maaf dan saya maafkan, sudah,” katanya.
Ia juga telah menyerahkan proses kasus tersebut kepada penasehat hukum.
Sebelumnya, Tim Hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo sekaligus Sekjen Peradi Bersatu Ade Darmawan meminta kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas dalang utama kasus ijazah palsu Jokowi.
“Usut segera siapa yang mendanai ini harus diproses, kalau perlu terapkan pasal TPPU, karena ada dana yang saya dengar, segelintir di media sosial, ini harus diusut tuntas,” katanya.
Ia mengatakan telah memenuhi panggilan penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait permohonan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) serta kesepakatan Restorative Justice (RJ) yang diajukan tersangka Rismon Hasiholan Sianipar.
Kemudian Ade juga menyebut Rismon Sianipar sudah menyadari kesalahannya sehingga mengajaknya untuk dapat mengungkapkan siapa dalang pelaku kasus ini sebenarnya.
“Saya ingatkan sekali lagi, anda keluar, jangan cuma bisa mendanai, keluar sampaikan kepada publik, sesuatu yang secara sah. Jangan 'behind the screen', kalau itu memang salah ungkapkan, 'gentle man'. Anda harus tegas, jangan cuma mendanai, keluar sampaikan bahwa ijazahnya palsu. Saya tantang anda,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
