
Jateng mengalokasikan Rp28 miliar untuk pengentasan kemiskinan di Brebes

Brebes (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan bantuan sebesar Rp28,01 miliar untuk percepatan penanganan kemiskinan dan swasembada pangan di Kabupaten Brebes.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Brebes, Kamis, mengatakan bahwa Kabupaten Brebes merupakan satu dari sepuluh daerah yang menjadi prioritas intervensi untuk pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.
"Kalau mereka tidak kita kasih atensi untuk mengembangkan wilayahnya maka akan tertinggal. Oleh karena itu, bantuan ini kita berikan sebagai bentuk kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan," katanya.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Brebes merupakan daerah yang luas dengan jumlah penduduk yang padat sehingga perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Pengentasan kemiskinan, kata dia, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Jateng karena angka kemiskinan per Maret 2025 masih sebesar 9,48 persen dan turun menjadi 9,39 persen pada September 2025.
"Sementara data BPS pada Maret 2025 menyebutkan persentase penduduk miskin di Brebes tertinggi di Jateng yakni 14,15 persen." katanya.
Menurut dia, Pemprov Jateng telah mengupayakan dalam menangani kemiskinan dan kemiskinan ekstrem seperti memberikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan stunting, cek kesehatan gratis dan dokter spesialis keliling, sekolah gratis untuk anak dari keluarga miskin dan kurang mampu, serta penyaluran bantuan sosial.
Selain itu, kata dia, juga menarik investasi ke wilayah Jawa Tengah agar berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar lebih memiliki daya saing dan mudah terserap investasi.
"Oleh karena itu, saya minta semua daerah menyiapkan kawasan industri baru. Kabupaten Brebes menjadi salah satu yang akan kita kembangkan terkait ini," katanya.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan persoalan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di daerah ini masih besar.
"Tercatat dari 297 desa dan 5 Kelurahan masih banyak yang membutuhkan perhatian. Semoga dengan bantuan tersebut bisa cepat terselesaikan," katanya.
Baca juga: Pemprov Jateng pastikan dampingi santriwati korban kekerasan di Pati
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
