
Gubernur Jateng minta ASN jadi pemecah masalah bagi masyarakat

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) di wilayah tersebut agar menjadi "problem solver" atau pemecah masalah bagi masyarakat.
"ASN harus cepat, responsif, dan mampu melakukan 'problem solving' bagi masyarakat," katanya di Semarang, Rabu.
Dia mengatakan hal itu saat membuka acara Forum Dialog Kepemimpinan Jawa Tengah dalam Program Eksekutif Daerah (PED) 2026 di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng.
Ia mengatakan birokrasi pemerintah harus hadir sebagai birokrasi yang melayani sehingga ASN dituntut cepat, responsif, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Birokrasi kita adalah birokrasi yang melayani. Yang dilayani dan yang melayani itu setara," kata mantan Kapolda Jateng itu.
Menurut dia, ASN tidak cukup hanya bekerja secara administratif, tetapi harus mampu menyelesaikan persoalan publik secara konkret.
Ia menegaskan bahwa kehadiran birokrasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Tantangan pembangunan Jateng yang besar, kata dia, tidak bisa dijawab dengan pola kerja sektoral.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah membangun "teamwork" (kerja tim) agar persoalan warga bisa ditangani secara cepat, tepat, dan menyeluruh.
Ia mencontohkan ketika terjadi banjir, longsor, kerusakan infrastruktur, atau persoalan sosial di suatu wilayah maka seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus bergerak bersama sesuai tugas masing-masing.
"'Problem solving' masyarakat tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Harus dengan 'teamwork' dan 'collaborative government'," katanya.
Selain menekankan kolaborasi, ia juga mengingatkan birokrasi harus bergerak dalam satu arah pembangunan.
Luthfi juga menyinggung pembangunan Jawa Tengah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pendidikan, kesehatan, sumber daya manusia, layanan dasar, dan lainnya.
Kepala BPSDMD Jateng Uswatun Khasanah menyebut forum tersebut diikuti jajaran jabatan pimpinan tinggi (JPT), eselon III, pejabat struktural, pejabat fungsional, dan ASN Pemprov Jateng, baik secara luring maupun daring.
"Forum ini digelar untuk memperkuat kesamaan visi birokrasi dalam menerjemahkan program prioritas pembangunan Jawa Tengah," katanya.
Baca juga: Gubernur Jateng rencanakan gerakan ASN bersepeda ke kantor
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
