Di pinggir jalan, seorang bapak bercerita bahwa ia belum tahu kapan rumahnya bisa dibangun lagi. Namun dengan wajah tegar ia berkata, “Yang penting anak-anak dulu selamat. Rumah bisa dicari.”
Di antara puing, trauma, dan ketidakpastian itu, solidaritas menjadi pondasi baru yang menyatukan mereka. Bantuan yang datang dari berbagai pihak, termasuk dari Kilang Pertamina Cilacap, memberi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendiri.
Bencana mungkin meruntuhkan bangunan dan memecah rutinitas, tetapi hari itu, di Desa Cibeunying, sesuatu yang lebih kuat sedang dibangun: keberanian untuk memulai kembali, setahap demi setahap.
Baca juga: Kilang Cilacap salurkan bantuan darurat untuk penyintas erupsi Semeru
Baca juga: Criterium Open 2025 dongkrak ekonomi Cilacap
Baca juga: Criterium Open 2025 Cilacap cetak bibit atlet balap sepeda

