Magelang (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menjelaskan pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi yang terampil, responsif, serta mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Magelang Slamet Ahmad Husen di Magelang, Selasa, mengatakan pada era globalisasi dan disrupsi teknologi, lulusan SMK tidak cukup hanya memahami teori, akan tetapi wajib memiliki keterampilan praktik yang relevan dengan standar industri.
Ia mengatakan hal tersebut dalam peresmian gedung baru SMK Muhammadiyah Bandongan, Kabupaten Magelang.
Ia menyambut positif pelaksanaan Mutu Autofest, ajang kreativitas dan kompetisi otomotif yang digagas sekolah.
"Inisiatif ini bukan hanya menjadi panggung inovasi siswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara sekolah, dunia usaha, dan masyarakat," katanya.
Menurut dia, semangat kolaborasi semacam itu perlu dirawat agar ekosistem pendidikan semakin dinamis dan responsif terhadap perubahan zaman.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah Marianto mengatakan bantuan revitalisasi gedung sekolah di wilayah setempat pada 2025 hampir menyentuh Rp40 miliar. Dari total itu, SMK Muhammadiyah Bandongan menerima alokasi Rp1,9 miliar.
"Kualitas layanan pendidikan akan meningkat jika infrastruktur memadai. Bagaimana guru bisa mengajar optimal jika bengkel praktik tidak standar. Di situlah negara hadir," katanya.
Bantuan itu, kata dia, ditujukan memperkuat layanan pendidikan agar proses belajar praktik bisa berlangsung dengan tenang dan profesional.
Baca juga: Sekolah Vokasi Undip ikut Tim IV tangani bencana di Sumbar

