Solo (ANTARA) - Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara resmi menyerahkan bantuan beasiswa kepada delapan mahasiswa yang terdampak bencana banjir Aceh dan Sumatera.
Penyerahan beasiswa ditandai dengan pembacaan surat keputusan No. 01/LAZISMU-WS-SK/I/2026 tentang penetapan penerima beasiswa untuk mahasiswa terdampak bencana banjir Sumatera. Kegiatan penuh haru dan syukur ini dilaksanakan di Ruang sidang LPPIK Kampus UMS di Solo, Jawa Tengah, Senin.
Ketua Badan Pengurus Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., menjelaskan sejak bulan Desember 2025 LAZISMU telah melakukan koordinasi bersama Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS dalam mengidentifikasi terkait mahasiswa yang mengalami kesulitan akibat terjadinya bencana alam.
Ia mengungkapkan program beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian UMS sebagai institusi pendidikan dalam meringankan beban para mahasiswa untuk melanjutkan kuliah meski di tengah kondisi darurat maupun situasi yang tidak terduga.
“Tentu dengan kondisi seperti itu, kan mempengaruhi ekonomi keluarga. Kemudian kami putuskan untuk membantu masing-masing mereka itu nanti selama tiga bulan ke depan,” ungkapnya.
Program beasiswa ini merupakan bentuk komitmen sosial lembaga zakat melalui aksi kemanusiaan. Dukungan yang diberikan mencakup pembayaran biaya kuliah periode, serta bantuan biaya hidup sebesar Rp1.000.000/bulan selama Januari, Februari, dan Maret untuk semua penerima beasiswa hingga keadaan mulai membaik.
Kedelapan mahasiswa penerima beasiswa tersebut di antaranya Tiffani Lovely, Allul Paqih, Riski ramadani, Muhammad Abyaz Rafqi Azzaqly, Shandika Nauva Abdila, Muhammad Robby Hidayat, Muhammad Arya kautsar, dan Wafa Syahidah Az Zahra.
Melalui dukungan beasiswa, Mahasri menambahkan program ini bukan hanya sekadar memberikan kontribusi langsung pada masyarakat terdampak, melainkan juga menanamkan kepedulian terhadap sesama dan tanggung jawab kemasyarakatan di lingkungan akademisi.
“Kita perlu bersabar, baik bersabar secara hati, bersabar secara lisan, juga bersabar dalam bentuk perbuatan. Bersabar dalam bentuk perbuatan itu kan tentu di antaranya adalah bagaimana menyemangati diri sendiri untuk bangkit, untuk bangkit kembali,” tambahnya.
Mahasri berharap bantuan beasiswa yang diberikan dapat mendukung mahasiswa dalam belajar dengan tenang dan dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
“Harapannya tadi bisa tetap selesai, kuliah tepat waktu, nanti kembali ke daerahnya untuk mengembangkan daerah dimana mereka tinggal,” harapnya.
Bantuan ini menjadi bukti nyata LAZISMU UMS dalam menyebarkan kebaikan terhadap sesama. Melalui bantuan ini, kesulitan dapat menjadi harapan baru bagi mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan.

