Logo Header Antaranews Jateng

UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida

Jumat, 23 Januari 2026 20:14 WIB
Image Print
Dosen UMS melihat aktivitas pembelajaran di salah satu kelas yabg terdapat di SD Muhammadiyah 1 Candi di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengembangkan Lab School dan melakukan kunjungan silaturahmi dan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi (SD Mica) Labschool Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UMS dalam mempersiapkan pendirian dan pengelolaan sekolah laboratorium (lab school) yang berkelanjutan dan unggul.
Rombongan UMS dipimpin oleh ketua rombongan Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum, dan disambut langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Umsida Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd., selaku perwakilan tuan rumah.

Dalam sambutannya, Septi menyampaikan apresiasi atas kunjungan UMS serta menegaskan pentingnya semangat saling belajar antarsesama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Kami sangat senang dan berharap ke depan ada ruang saling berbagi, tidak untuk saling menggurui, karena Bapak/Ibu semua adalah guru kami juga. Kami mohon maaf apabila selama kunjungan terdapat kekurangan. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan,” ujarnya.

Anam Sutopo menegaskan kunjungan ini dilakukan untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat ikhtiar UMS dalam menghadirkan sekolah laboratorium. Ia menyampaikan proses perizinan Lab School UMS telah mencapai tahap akhir.

“Di UMS saat ini kami sedang menyambut hadirnya sekolah lab. Karena itu, kami bersilaturahmi ke saudara-saudara kami, termasuk ke Umsida, untuk belajar langsung bagaimana pengelolaan SD Lab School, baik dari struktur organisasi, tata kelola internal-eksternal, hingga prestasi-prestasinya,” jelasnya.

Menurut Dekan FKIP UMS itu, dari total 19 item persyaratan pendirian, perizinan Lab School UMS telah mencapai sekitar 90 persen. Ia berharap pengalaman dan praktik baik yang diterapkan di SD Mica dapat menjadi acuan penting bagi UMS dalam menyempurnakan proses tersebut.

“Kami ingin meniru semangat dan keseriusan yang telah dirintis di sini. Mudah-mudahan tidak lama lagi UMS bisa mengikuti jejak yang telah dirintis Umsida,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Candi Labschool Umsida Pristiandi Teguh Cahya, S.Pd., M.PSDM, memaparkan sejarah, visi, dan capaian SD Mica yang berdiri sejak 2018. Ia menjelaskan SD Mica berkembang dari sekolah dengan jumlah murid terbatas hingga kini menjadi salah satu rujukan sekolah inklusi Muhammadiyah.

“SD Mica berdiri tahun 2018 dengan 10 siswa. Sejak 2022 kami menempati gedung baru dengan visi besar menjadi Sekolah Percontohan Nasional 2028. Alhamdulillah, pada 2026 ini kami sudah mencapai predikat tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan SD Mica mengusung konsep sekolah inklusi yang menerima peserta didik berkebutuhan khusus dalam sistem pendidikan reguler.

Saat ini, terdapat sekitar 60 siswa berkebutuhan khusus dengan berbagai latar belakang, seperti down syndrome dan ADHD, yang belajar secara inklusif bersama siswa lainnya.

Dari sisi mutu, SD Mica telah meraih Akreditasi A pada akreditasi pertamanya dan ditetapkan sebagai Sekolah Unggul Nasional versi Muhammadiyah. Sekolah ini juga mengembangkan kurikulum integratif yang memadukan kurikulum nasional dengan nilai-nilai keislaman (Ismuba), didukung oleh inovasi pembelajaran dan fasilitas edukatif, seperti area pasir laut sebagai media pembelajaran kontekstual.

Melalui kunjungan ini, UMS dan Umsida berharap dapat terus memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah, khususnya dalam pengembangan sekolah laboratorium yang unggul, inklusif, dan berdaya saing nasional.

“Silaturahmi ini menjadi ruang belajar bersama. Kami berharap praktik baik yang ada di SD Mica dapat ditularkan dan dikembangkan sesuai konteks UMS,” katanya.



Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026