Logo Header Antaranews Jateng

Ratusan anak muda ikuti edukasi soal lingkungan di De Tjolomadoe

Jumat, 13 Februari 2026 11:52 WIB
Image Print
Penyerahan bibit pohon oleh Director Communication Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara kepada pengelola De Tjolomadoe pada kegiatan Gen Darling Fest di De Tjolomadoe Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Ratusan anak muda mengikuti edukasi soal lingkungan pada gelaran Gen Darling Fest di De Tjolomadoe Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis.

Director Communication Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara mengatakan kegiatan Gen Darling atau Generasi Sadar Lingkungan berawal dari keyakinan sederhana.

“Di mana kita sama-sama peduli lingkungan, yang harus diperkuat melalui narasi,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan tim dari Solopos, dikatakannya, muncul kesepakatan bahwa generasi muda termasuk Gen Z adalah generasi yang memiliki peran sangat krusial.

“Mudah-mudahan semua yang kami lakukan ini dalam bentuk narasi positif akan membantu menyelamatkan bumi, tempat kita berpijak ini tempat yang indah, melalui Gen Darling Movement ini,” katanya.

Pada kegiatan tersebut juga menghadirkan Pandawara Group yang selama ini dikenal dengan aksi peduli lingkungan mereka. Dua orang anggota Pandawara Group, yakni Gilang Rahma Nabilah dan M Rafly Pasha Putra Pratama memberikan banyak kisah dan pesan-pesan lingkungan kepada para pemuda yang hadir.

“Kalau memang kemampuan kita baru sebatas bijak dalam berplastik, lakukan dulu itu. Jangan memaksakan diri melakukan aksi besar kalau belum mengukur kapasitas,” ujarnya.

Ia menilai banyak anak muda gagal mempertahankan konsistensi dalam gerakan lingkungan karena ambisi yang tidak sejalan dengan kemampuan nyata. Padahal, tidak ada gerakan besar tanpa diawali langkah kecil.

Gilang mencontohkan perjalanan Pandawara Group. Saat ini, publik melihat Pandawara mampu membersihkan sungai-sungai besar, pesisir pantai, bahkan menggunakan alat berat seperti ekskavator. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi secara instan.

Gilang bercerita sekitar 4-5 tahun lalu mereka harus patungan hanya untuk membeli sarung tangan, karung, dan kantong plastik untuk mengangkut sampah. Biaya yang terkumpul sering kali habis hanya untuk perlengkapan dasar, bahkan konsumsi pribadi saat aksi bersih-bersih.

“Orang-orang tahunya ketika sudah viral, ketika sudah besar. Padahal prosesnya panjang sekali,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Solo Pos Media Group (SMG) Arief Budisusilo menyampaikan dalam kegiatan ini SMG sangat merasa terhormat karena dipercaya oleh Bakti Sosial Djarum Foundation (BLDF) sebagai mitra kolaborator untuk menggerakkan, bukan sekedar kepedulian tetapi juga mencintai dan beraktivitas.

“Melalui kolaborasi tersebut diharapkan bisa mendukung upaya mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan. Jadi inisiatif Gen Dering, Generasi Sadar Lingkungan ini adalah inisiatif,” katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026