
Pemkab Banyumas jaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan jelang Ramadhan

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadhan melalui pemantauan intensif, menyusul fluktuasi harga cabai rawit merah akibat cuaca serta gangguan panen di sejumlah sentra produksi.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi di Purwokerto, Banyumas, Kamis, mengatakan secara umum stok bahan pokok di wilayah setempat dalam kondisi aman, meskipun harga cabai rawit merah sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir.
“Sebenarnya tidak ada kenaikan signifikan. Hanya saja karena faktor hujan, di tingkat petani ada yang menahan hasil panen (cabai rawit merah), sehingga pasokan ke pasar sedikit berkurang dan harga menyesuaikan," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan rata-rata harga cabai rawit merah di Banyumas saat ini berada pada kisaran Rp78 ribu per kilogram, sedangkan di Pasar Manis Purwokerto sekitar Rp80 ribu per kilogram.
"Kenaikan tersebut tidak merata dan hanya terjadi pada sebagian pedagang," katanya menegaskan.
Menurut dia, kondisi cuaca yang masih didominasi hujan turut memengaruhi kualitas dan hasil panen di sejumlah daerah sentra produksi, seperti Banjarnegara dan Wonosobo.
Bahkan berdasarkan laporan, kata dia, sebagian tanaman cabai rawit merah mengalami kerontokan akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.
"Namun demikian, informasi dari pedagang besar dan petani menyebutkan bahwa ketersediaan cabai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Ramadhan," katanya.
Selain cabai, kata dia, pemantauan juga dilakukan terhadap komoditas lain seperti bawang merah dan kebutuhan pokok strategis lainnya.
Ia mengakui sempat ada laporan terkait dengan keterbatasan pasokan bawang merah di salah satu pasar, tetapi tidak berdampak luas terhadap ketersediaan komoditas tersebut di.
Untuk memastikan kondisi riil di lapangan, DPKUKM pada hari Kamis, melakukan rekapitulasi dan evaluasi terhadap seluruh data harga dan stok dari pasar-pasar tradisional di Banyumas untuk dibahas dalam rapat koordinasi bersama Bupati Banyumas pada hari Jumat (13/2).
"Hasil pemantauan ini akan kami laporkan kepada Bupati sebagai bahan koordinasi dan langkah antisipatif jika diperlukan," katanya menegaskan.
Ia mengatakan Pemkab Banyumas juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk kepolisian dan distributor, guna mengantisipasi potensi lonjakan harga yang bersifat spekulatif menjelang Ramadhan.
Ia menegaskan dari sisi ketersediaan, bahan kebutuhan pokok masyarakat di Banyumas dalam kondisi aman.
"Kami terus pantau. Insya-Allah untuk kebutuhan masyarakat Banyumas selama Ramadhan tetap tercukupi," kata Gatot.
Baca juga: Gubernur Jateng ingatkan jangan ada permainan harga pangan jelang Ramadhan
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
