Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Kudus memperkuat program penurunan angka stunting

Kamis, 12 Februari 2026 08:47 WIB
Image Print
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Endhah Endhayani Samani Intakorís didampingi Kepala Dinkes Kudus Abdul Hakam menyerahkan bantuan paket makanan bergizi kepada keluarga untuk mencegah stunting di peringatan Hari Gizi Nasional di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (11/2/2026). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, memperkuat program penurunan angka stunting di wilayah setempat, salah satunya melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

"Program PMT akan menyasar ibu hamil, balita berisiko stunting, dan anak terindikasi stunting," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam usai peringatan Hari Gizi Nasional di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu.

Selain itu, Pemkab Kudus juga akan menggandeng dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk mendukung penyediaan PMT dan pemberian susu sebagai upaya menurunkan angka stunting.

Dia menjelaskan, berdasarkan data hasil penimbangan balita setiap bulan, tercatat ada 1.954 bayi dan balita atau sekitar 3,76 persen yang terindikasi stunting.

Dia mengatakan, upaya intervensi terus dilakukan melibatkan berbagai pihak terkait dalam rangka menurunkan angka stunting di wilayah setempat.

"Data by name by address sudah ada, sehingga intervensi bisa kami lakukan secara optimal dan tepat sasaran," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendampingan keluarga stunting melalui jajaran petugas kesehatan di lapangan. Kolaborasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Tim Penggerak PKK, hingga sektor swasta, termasuk dukungan CSR.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Endhah Endhayani Samani Intakorís menyatakan peringatan Hari Gizi Nasional menjadi momentum untuk memperkuat semangat bersama dalam menurunkan angka stunting.

"Hari Gizi menjadi semangat kita bersama untuk menurunkan stunting. Kita ingin ke depan bisa zero stunting. Karena itu, pencegahan harus dimulai sejak calon ibu, sebelum hamil harus dalam kondisi sehat, saat hamil rutin memeriksakan kandungan dan mengonsumsi makanan bergizi," ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu faktor penyebab stunting di antaranya pola asuh dan pola makan anak yang kurang tepat. Di beberapa wilayah seperti Kecamatan Dawe dan Undaan, kasus stunting masih cukup dominan.

"Banyak anak yang dititipkan kepada kakek-nenek. Kadang yang penting anak kenyang, tanpa memperhatikan kandungan gizi. Padahal pertumbuhan anak membutuhkan asupan karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral yang cukup," ujarnya.

Selain itu, faktor penyakit penyerta dan pernikahan usia dini juga menjadi perhatian. PKK berencana menggencarkan sosialisasi pencegahan pernikahan dini melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan turun langsung ke sekolah-sekolah.

Pemkab Kudus juga mengoptimalkan peran posyandu yang rutin melakukan penimbangan setiap bulan sebagai upaya deteksi dini. Pengelola posyandu telah mendapatkan pelatihan terkait komposisi gizi, cara pengolahan makanan sesuai usia anak, hingga inovasi menu berbasis pangan lokal.

Peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap 25 Januari 2026 dikemas dalam bentuk workshop dengan tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dan slogan "Sehat Dimulai dari Piringku".

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal.

Kabupaten Kudus memiliki potensi pangan lokal melimpah seperti singkong, jagung, ubi, buah-buahan, telur, ikan, dan kacang-kacangan yang mudah didapat dan terjangkau. Jika diolah dengan baik dan dikonsumsi secara beragam, pangan tersebut mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

"Langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan membawa dampak besar bagi kualitas kesehatan masyarakat di masa depan," ujarnya.

Baca juga: Kasus keracunan MBG di Kudus, Dinkes umumkan hasil laboratorium



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026