Logo Header Antaranews Jateng

Kasus keracunan MBG di Kudus, Dinkes umumkan hasil laboratorium

Senin, 9 Februari 2026 23:01 WIB
Image Print
Ilustrasi: Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama istri saat menjenguk siswa SMA Negeri 2 Kudus yang menjalani perawatan di RSUD Loekmono Hadi Kudus setelah mengeluh mual, muntah dan kepala pusing. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Abdul Hakam mengatakan sampel makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari 01 yang dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang terkontaminasi bakteri Escherichia Coli (E.Coli).

"Dalam pengujian sampel makanan di BLK Semarang terdapat dua jenis pemeriksaan, yakni bakteriologis dan kimia," ucap Abdul Hakam di Kudus, Senin.

Pemeriksaan bakteriologis, kata dia, untuk mengidentifikasi bakteri dan dampaknya terhadap kesehatan. Sedangkan pemeriksaan kimia untuk menganalisis parameter non-bakteriologis seperti zat kimia dalam air.

Ia mengatakan hasil pertama yang sudah keluar, yakni pemeriksaan bakteriologis yang disebutkan mengandung E.coli. Sementara jenis pemeriksaan kimia, kata dia, hasilnya baru diinformasikan keluar hari ini (9/2).

Terkait permasalahan dugaan keracunan yang dialami para siswa SMA Negeri 2 Kudus, tim Badan Gizi Nasional (BGN) juga sudah datang langsung ke SPPG di Kota Kudus Purwosari 1 untuk melakukan intervensi.

Adanya kontaminasi E.coli, bisa dipicu proses pengolahan yang kurang memenuhi standar, seperti proses masak yang tidak sempurna, proses pencucian bahan, hingga disebabkan kualitas air yang kurang layak.

Pengiriman sampel makanan untuk diuji di BLK Semarang dilakukan pada Kamis (29/1). Setelah 131 siswa pada hari yang sama mengalami kasus dugaan keracunan. Pasca-kejadian, sekolah tersebut tidak lagi menerima distribusi menu MBG dari SPPG Kudus Kota Kudus Purwosari 1.

Kronologis kejadian dugaan keracunan, berawal ketika siswa maupun guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 2 Kudus menerima paket menu MBG berupa soto ayam suwir dari SPPG Kudus Kota Kudus Purwosari 1 pada Rabu (28/1).

Hari berikutnya, yakni Kamis (29/1) sejumlah guru mengeluhkan kesehatan mereka, termasuk para siswa juga mengalami perut mual, muntah, dan kepala pusing.

Karena jumlahnya semakin banyak, akhirnya Pemkab Kudus bersama TNI dan Polri bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh armada ambulans menuju SMA Negeri 2 Kudus guna mengevakuasi dan membawa para siswa ke rumah sakit terdekat.

Sehingga mereka juga harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera. Adapun Rumah sakit rujukan bagi para siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing kepala setelah menyantap menu MBG tersebut meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam Sunan Kudus, RS Aisyiyah, dan RS Sarkies Aisyiyah.

Dari total lebih dari seratus siswa yang dirujuk pada Kamis (29/1), tercatat 47 siswa harus menjalani rawat inap. Namun seiring penanganan medis yang dilakukan secara intensif, kondisi kesehatan para siswa berangsur membaik dan secara bertahap diperbolehkan pulang.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026