Jepara (ANTARA) - Pelajar di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sebagai generasi penerus bangsa diminta untuk cerdas membaca algoritma digital media sosial agar tidak terpengaruh informasi yang menyesatkan serta berdampak buruk terhadap kesehatan mental generasi muda.
"Kemampuan membaca algoritma digital media sosial sangat krusial agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara Budhi Sulistyawan mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo saat membuka pelatihan komputer gratis bersertifikat di SMK Islam Tsamrotul Huda, Desa Kecapi, Selasa.
Ia menekankan derasnya arus informasi digital menuntut kecakapan lebih dari sekadar penguasaan teknologi. Tanpa kemampuan memahami cara kerja algoritma media sosial, generasi muda berpotensi tersesat oleh informasi yang tidak akurat.
"Dengan memahami algoritma media sosial, pelajar bisa memilah informasi secara lebih kritis dan bijak," ujarnya.
Budhi juga menilai pelatihan tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Jepara yang dikenal kreatif dan inovatif.
Potensi tersebut, lanjut dia, perlu diarahkan agar relevan dengan kebutuhan era digital serta memiliki nilai ekonomi.
Pelatihan komputer gratis bersertifikat itu diinisiasi oleh Yayasan Aku Milenial Kreatif (AMK) Kecapi. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan diikuti sekitar 100 siswa kelas XI dan XII. Materi yang diberikan meliputi videografi, desain grafis, serta digital marketing.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna selaku pembina Yayasan AMK Kecapi, Wakil Pimpinan BPD Jateng Cabang Jepara Margono, serta jajaran pengurus yayasan dan pihak sekolah.
Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan talenta digital daerah. Menurutnya, sinergi antara sekolah, komunitas, dan dunia usaha menjadi kunci untuk memperkuat daya saing sumber daya manusia Jepara di masa depan.
"Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap lahir generasi muda Jepara yang kompeten dan mampu bersaing di era digital," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan AMK Kecapi Muhamad Andryan menyampaikan bahwa pelatihan dirancang berbasis praktik dengan menghadirkan pemateri yang merupakan pelaku langsung di bidangnya.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik, menyerap ilmu secara optimal, dan mampu mengaplikasikan keterampilan digital tersebut baik di dunia kerja maupun dalam pengembangan usaha mandiri.
Baca juga: Pemkab Jepara mengusulkan sekolah terintegrasi di Karimunjawa

