Rencana Kenaikan BBM Jadi Bahasan Mukernas PKS

id rencana kenaikan bbm jadi bahasan mukernas pks





"Rencana kenaikan harga BBM termasuk salah satu agenda yang akan dibahas dalam Mukernas PKS tahun 2012," kata Sekretaris panitia Mukernas Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Heriansyah di Medan, Jumat.

Disebutkannya, rencana kenaikan BBM yang diperkirakan diberlakukan pemerintah awal April tahun ini menjadi pokok bahasan karena menyangkut kepentingan nasional.

PKS menganggap isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) penting dibahas dalam Mukernas, meski parpol tersebut sebelumnya telah menyatakan tidak setuju dengan penaikan harga BBM.

Isu nasional lain yang akan dibahas dalam Mukernas PKS, di antaranya pemilihan kepala daerah (Pilkada) di sejumlah daerah, Pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2014.

"Pemilihan gubernur Sumatera Utara kemungkinan masuk dalam agenda pembahasan Mukernas (PKS)," ucap Heriansyah.

Bahkan, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan akan ada pembahasan mengenai pengusungan calon gubernur Sumatera Utara dari PKS.

Dia menambahkan, ada dua bagian acara yang akan diselenggarakan dalam Mukernas PKS 2012, yakni beberapa kegiatan sidang dan agenda di luar sidang.

Khusus untuk agenda di luar sidang, yaitu perlombaan dan sejumlah acara hiburan yang dipusatkan di Lapangan Benteng Medan.

Acara hiburan yang akan menyemarakkan Mukernas PKS di Medan tersebut, antara lain berbalasa pantun Melayu, lomba PKS idol, lomba orasi politik, festival band religi dan sejumlah perlombaan khusus untuk peserta taman kanak-kanan dan pelajar sekolah dasar.

Beberapa hari menjelang Mukernas PKS, pihaknya juga telah menggelar bazar, donor darah, jalan sehat dan senam nusantara, pengobatan gratis.

"Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan untuk lebih mengadakan silaturahim nasional dalam rangka memasyarakatkan kegiatan-kegiatan PKS," ujar Herianyah.

Mukernas PKS 2012 dijadwalkan turut dihadiri tiga orang menteri serta sedikitnya 20 kepala daerah yang merupakan kader partai tersebut.
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar