Semarang (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mempercepat pencapaian program 3 Juta Rumah. Kerja sama ini difokuskan pada perluasan akses perumahan bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik untuk pembangunan rumah baru maupun renovasi.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan dalam diskusi bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU).
"Harapan kami, ada dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka pencapaian program 3 Juta Rumah, baik membangun maupun merenovasi," ujar Maruarar.
Adapun dalam tiga tahun terakhir, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan bantuan pembiayaan untuk 567 unit rumah pada 2022, 494 unit pada 2023, dan 390 unit hingga Juni 2024.
Pramudya Iriawan Buntoro menyatakan siap bersinergi untuk memperluas jangkauan program perumahan bagi peserta. Menurutnya, program ini akan diarahkan pada peserta yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan pembiayaan rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun skema lainnya.
"Salah satu hal yang konkret yang kami lakukan adalah dengan data-data yang kami miliki, kami akan mencoba memprofiling supaya program FLPP dan program MLT (Manfaat Layanan Tambahan) itu bisa ditargetkan untuk pekerja yang memang membutuhkan rumah," ujar Pramudya.
Ia menjelaskan, saat ini jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 39,3 juta orang. Dari jumlah tersebut, 5.300 peserta diketahui memiliki MLT untuk perumahan, sedangkan data terkait kepemilikan rumah secara keseluruhan masih akan dilengkapi ke depan.
Sementara itu Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit, Farah Diana mengatakan akan memfasilitasi rumah bagi pekerja. "Bagi mereka belum punya rumah dan sudah setahun menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan kami siapkan fasilitas rumah murah layak huni untuk mereka. Kami harap dengan adanya program MLT ini dapat meningkatkan kehidupan yang layak bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan memiliki hunian pribadi, sehingga mereka dapat bekerja lebih produktif dan bebas dari cemas,” ujarnya Farah Diana.

