Semarang (ANTARA) - Nestle Indonesia terus mendukung agenda pemerintah dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting melalui program pendampingan gizi yang merupakan bagian dari inisiatif global Nestle Dukung Anak Lebih Sehat (Nestle for Healthier Kids).
Corporate Affairs and Sustainability Director PT Nestle Indonesia Sufintri Rahayu, dalam pernyataan di Semarang, Jumat, mengatakan pihaknya meyakini bahwa setiap anak berhak mendapatkan awal kehidupan yang sehat.
"Sebagai perusahaan Good Food, Good Life, Nestle Indonesia berkomitmen memanfaatkan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang," katanya.
Melalui program pendampingan gizi, kata dia, Nestle berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mencegah risiko stunting di Indonesia, khususnya pada kelompok anak usia dini yang paling rentan.
"Program ini dirancang secara holistik, tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan berbasis protein hewani seperti susu dan telur, tetapi juga edukasi dan pendampingan gizi kepada keluarga dan kader," katanya.
Program pendampingan gizi menyasar anak usia 1-4 tahun dengan risiko stunting karena memiliki berat badan stagnan, berat badan kurang, dan gizi kurang melalui intervensi berbasis asupan protein hewani.
"Setiap anak akan menerima satu gelas susu tinggi kalori Dancow GroPlus dan satu butir telur setiap hari selama enam bulan guna meningkatkan gizi harian mereka dan berkontribusi dalam perbaikan pertumbuhan anak secara bertahap," katanya.
Market Nutritionist Lead PT Nestle Indonesia Jennifer Handaja, dalam pernyataan di Semarang, Jumat, menjelaskan program pendampingan gizi tahun ini difokuskan pada intervensi dan edukasi gizi anak usia dini.
Ia mengatakan pelaksanaan program tersebut secara bertahap di tiga wilayah, dimulai dari Pasuruan (Jawa Timur), kemudian dilanjutkan ke Batang (Jawa Tengah), dan Karawang (Jawa Barat).
"Tahun ini, program Pendampingan Gizi kami fokus pada intervensi dan edukasi gizi anak usia dini di tiga wilayah, yaitu Pasuruan, Batang, dan Karawang," katanya.
Menurut dia, program tersebut bertujuan untuk menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting dan melibatkan 1.350 orang tua, kader kesehatan, serta ibu hamil dan menyusui di lebih dari 95 desa.
"Kami melakukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, serta kader dan komunitas lokal," katanya.
Selain itu, Nestle Indonesia bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas IPB untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin setiap bulan guna memastikan efektivitas program dapat diukur secara ilmiah dan berkelanjutan.
"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang, menciptakan lebih banyak peluang untuk memberdayakan keluarga dan komunitas di seluruh Indonesia," katanya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo, S.M. menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas sektor dalam menurunkan angka stunting.
"Ke depan, kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi," katanya.

