Ribuan warga mulai ikuti sensus penduduk daring

id sensus penduduk

Ribuan warga mulai ikuti sensus penduduk daring

Kepala BPS Kota Surakarta Totok Tavirijanto saat memberikan keterangan kepada wartawan. (ANTARA/Aris Wasita)

Harapannya dengan segala upaya dan kerja sama dengan pemkot dan partisipasi masyarakat maka bisa melampaui target dari nasional, yaitu 23 persen yang ikut 'online'
Solo (ANTARA) - Ribuan warga di Kota Solo Jawa Tengah mulai mengikuti sensus penduduk secara daring seiring dengan dimulainya kegiatan tersebut oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 Februari 2020.

"Sampai dengan hari Senin kemarin kami catat sebanyak 4.064 penduduk yang sudah melakukan sensus penduduk secara 'online' dari 1.405 keluarga," kata Kepala BPS Kota Surakarta Totok Tavirijanto di Solo, Rabu.

Meski demikian, dari total tersebut belum seluruhnya selesai dalam memasukkan data.

"Kalau jumlah penduduk yang sudah selesai sepenuhnya ada sebanyak 1.768 penduduk," katanya.

Terkait dengan hal itu, ia mengaku cukup optimistis masyarakat Kota Solo akan kooperatif untuk mengikuti sensus penduduk daring mengingat batas waktunya masih cukup lama, yaitu 31 Maret 2020.

Selain itu, pada uji coba yang dilakukan oleh BPS di Kelurahan Jebres beberapa waktu lalu, jumlah penduduk yang mengikuti secara daring mencapai 30 persen.

"Harapannya dengan segala upaya dan kerja sama dengan pemkot dan partisipasi masyarakat maka bisa melampaui target dari nasional, yaitu 23 persen yang ikut 'online'," katanya.

Baca juga: ASN Kudus diminta jadi pelopor sensus penduduk secara online

Dia mengakui kendala di lapangan adalah sebagian masyarakat belum mengetahui cara masuk ke dalam aplikasi sensus penduduk.

"Walaupun sebetulnya kami sudah sosialisasikan. Memang kami harus kerja lebih optimal lagi, dengan cara menyebarkan tutorialnya bagaimana masuk ke dalam aplikasi tersebut. Saat rapat koordinasi dengan kelurahan sudah kami sosialisasikan sekaligus. Sebetulnya mudah, tetapi ada beberapa yang tidak terbiasa misalnya buat password, itu yang agak terkendala," katanya.

Menurut dia, kata kunci untuk masuk ke dalam aplikasi tersebut penting untuk menjaga keamanan data masing-masing penduduk.

Ia mengatakan selama pelaksanaan sensus penduduk daring tersebut secara khusus tidak ada petugas yang mendampingi masyarakat.

"Yang ada adalah kami kerja sama dengan kelurahan, RT/RW sehingga harapannya masyarakat bisa ramai-ramai melakukan sensus penduduk 'online'. Kalau Juli mendatang kan sensus penduduk wawancara, saat itu dilakukan penyisiran dari rumah ke rumah untuk yang belum sensus penduduk secara 'online'. Kurang lebih ada 700 petugas yang kami terjunkan untuk Kota Surakarta," katanya.

Baca juga: Masyarakat Banyumas diminta partisipasi aktif dalam sensus penduduk
Baca juga: Warga Magelang didorong gunakan sensus penduduk daring
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar