Ratusan kades di Boyolali diminta daur ulang sampah agar bernilai

id Kades di Boyolali ,diharapkan berinovasi kelola sampah

Ratusan kades di Boyolali diminta daur ulang sampah agar bernilai

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri, (tengah) disela acara sosialisasi "Pengelolaan Sampah Tingkat Desa 2019", yang digelar, di Pendopo Gede Boyolali, Kamis. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Boyolali (ANTARA) - Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Boyolali diharapkan dapat berinovasi mengelola sampah limbah rumah tangga dengan cara didaur ulang, yang bisa menjadikan nilai berharga di daerahnya masing-masing, kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri.

"Saya berharap Kades diseluruh Kabupaten Boyolali untuk bisa membuat inovasi-inovasi yang sebenarnya sampah itu, bisa daur ulang dan menjadi nilai yang berharga," kata Masruri di sela acara sosialisasi "Pengelolaan Sampah Tingkat Desa 2019", yang digelar, di Boyolali, Kamis.

Pada acara sosialisasi Pengelolaan Sampah Tingkat Desa tersebut diikuti sebanyak 295 Kades yang tersebar di 22 Kecamatan di Boyolali.

Baca juga: Ganjar beberkan urgensi penyelenggaraan Kongres Sampah

Menurut Masruri, kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah tersebut dengan tujuan menyadarkan masyarakat akan bahaya membuang sampah sembarangan dengan cara mengelola sampah.

"Limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai akan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat yang lain. Misalnya, sampah bisa menimbulkan pencemaran air sungai. Bahkan, akibat membuang sampah sembarangan di sungai dapat menyebabkan bencana banjir.

Ia menyebutkan sampah sebenarnya bernilai dan sudah ada yang menerapkannya dengan cara memilih dan kemudian mendaur ulang, sehingga menjadi nilai berharga bagi masyarakat sendiri.

Oleh karena itu, setiap Kades di Boyolali agar terus melakukan ide-ide kreatif untuk mengatasi atau mengelola sampah yang dihasilkan dari limbah rumah tangga di lingkungannya.

"Sampah dapat didaur ulang dan menjadi nilai yang berharga, misalnya dapat dibuat pupuk pertanian, atau kerajinan yang memiliki nilai jual lainnya," ujarnya.

Dia mengatakan dengan menjaga lingkungan dari sampah diyakini masyarakat akan terbebas permasalahan yang tidak diinginkan seperti penyakit yang berbahaya, sekaligus menjadikan Kabupaten Boyolali semakin indah dan bersih.

Baca juga: Ganjar optimistis PLTSa selesaikan masalah sampah
Baca juga: Pemkab Temanggung bentuk Dewan Sampah pada 2020
Baca juga: Sampah plastik tingkatkan ekonomi dan kuatkan bhineka tunggal ika

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar