Ada ruang audio visual 6 dimensi di Perpustakaan Solo

id ruang 6 dimensi,Perpustakaan solo

Ada ruang audio visual 6 dimensi di Perpustakaan Solo

Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo (dua dari kiri, depan) bersama para ASN sedang menikmati ruang audio visual 6 dimensi, Rabu (9/10/2018). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta melengkapi perpustakaan daerah dengan fasilitas ruang audio visual 6 dimensi untuk mendorong tingkat kunjungan.

"Harapannya fasilitas ruang audio visual 6 dimensi ini bisa menarik antusias warga untuk berkunjung ke perpustakaan," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakan (Disarpus) Kota Surakarta Sis Ismiyati di sela peresmian fasilitas terbarunya tersebut di Solo, Rabu.

Ia mengatakan fasilitas tersebut berfungsi untuk memutar berbagai film animasi yang bersifat edukasi. Dengan demikian, diharapkan pengunjung terutama anak-anak bisa memperoleh berbagai hal yang bersifat edukatif dengan menonton berbagai film di ruang audio visual 6 dimensi tersebut.

"Kami ingin memberikan pelayanan yang inovatif kepada masyarakat. Harapannya makin banyak yang tertarik untuk memanfaatkan," katanya.

Baca juga: Menristekdikti meresmikan perpustakaan pintar Unnes

Dari pantauan, fasilitas tersebut memiliki luas 10 x 8 meter persegi. Beberapa fasilitas yang ada di ruang audio visual 6 dimensi ini di antaranya AC dan alat hidrolik yang dipasang di setiap kursi sehingga penonton bisa bergerak mengikuti alur film.

"Kami juga melengkapi ruangan dengan efek khusus yang menghasilkan salju dan kilatan petir. Tepatnya ada 36 kursi yang kami sediakan, penonton juga diberi kacamata khusus selama menonton film," katanya.

Baca juga: Siswa SLB berwisata edukasi ke Perpustakaan Kota Magelang

Ia mengatakan rencananya ruang tersebut akan dibuka menyesuaikan kebutuhan dan melihat permintaan pengunjung.

"Bisa sekitar 3 sampai 4 kali sehari. Kami lihat dulu antusiasme pengunjung seperti apa," katanya.

Ia mengatakan untuk saat ini fasilitas tersebut bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada pengenaan tarif.

"Yang pasti terjangkau bagi masyarakat. Seperti misalnya fasilitas serupa di Yogyakarta dengan tarif Rp60 ribu kemudian ditekan jadi Rp20 ribu, untuk Solo tarifnya akan di bawah itu. Kemungkinan besaran tarifnya akan diatur dalam Perda," katanya.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo juga sempat menjajal fasilitas tersebut.

"Tadi terakhir itu ada cipratan air, ini sensasi luar biasa. Saya pikir ini menarik bagi anak dan remaja," katanya.

Baca juga: Perpusip Kota Magelang mengembangkan layanan teater mini

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar