Atasi kekeringan, sumur kedalaman 125 meter dibangun di Boyolali

id ESDM

Atasi kekeringan, sumur kedalaman 125 meter dibangun di Boyolali

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, M. Halim Sari Wardana saat mencoba kran air bantuan Sumur dalam dari Kementerian ESDM di Desa Tanjung Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Minggu. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Boyolali (ANTARA) - Warga di Desa Tanjung dan Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, menerima bantuan pembangunan sumur dalam melalui Pogram Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengatasi kelangkaan air bersih setiap musim kemarau tiba.

Sugeng (57) salah satu tokoh masyarajat Desa Tanjung Kecamatan Klego Boyolali, Minggu, mengatakan, sumur tanah dalam di Desa Tanjung tersebut dibuat dengan kedalaman sekitar 125 meter dan mampu menghasilkan debit air sedikitnya 2 liter per detik. Air sumur dalam itu ditampung ke dalam bak penampungan air yang berkapasitas 5.000 liter untuk melayani kebutuhan warga.

Dia menjelaskan bak penampungan air tersebut kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga. Sebanyak tiga dukuh yang memanfaatkan air bersih dari sumur tanah dalam ini, yakni Tanjung, Talok, dan Grembyuk, Desa Tanjung. Produksi air sumur dalam tersebut bisa untuk mencukupi kebutuhan air 2.880 jiwa.

Baca juga: Kekeringan masing berlangsung, 73 desa di Banyumas krisis air bersih

Menurut dia, warga Tanjung sebelum ada bantuan sumur dalam tersebut mereka susah mendapatkan air bersih setiap musim kemarau tiba. Namun, warga sekarang sudah merasakan manfaat adanya sumur dalam dari bantuan Kementerian ESDM itu.

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, M. Halim Sari Wardana dalam acara penyerahan bantuan sumur dalam mengatakan kegiatan ini, sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM memiliki program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat.
 
Porgram tersebut, tambah dia yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam termasuk di daerah Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya.

Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam yang sudah dimulai sejak awal 2000-an tersebut terhitung dari 2005 hingga 2018 telah terbangun sebanyak 2.288 unit sumur bor untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa masyarakat di daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Pihaknya pada 2019 ini, telah menargetkan membuat sumur dalam sebanyak 650 unit yang dibangun tersebar di seluruh wilayah di Indonesia termasuk di Kabupaten Boyolali. Boyolali tahun ini, direncanakan menerima bantuan sebanyak 4 unit, dan sudah terealisasi 2 unit di Desa Tanjung dan Blumbang, Kecamatan Klego.

Baca juga: Kekeringan, petani bikin sumur bor berbiaya Rp5 juta
Baca juga: Untuk beli air, peternak Gunung Kidul mulai jual hewan ternak

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar