Operasi KTL Kota Magelang digelar sore hari selama Ramadhan

id operasi ktl, kota magelang

Operasi KTL Kota Magelang digelar sore hari selama Ramadhan

Petugas gabungan mengangkut sepeda motor yang melanggar Kawasan Tertib Lalu Lintas Kota Magelang dalam operasi pada Selasa (14/5) sore. (ANTARA/Humas Pemkot Magelang)

Magelang (ANTARA) - Operasi Kawasan Tertib Lalu Lintas Kota Magelang, Jawa Tengah, diselenggarakan tim gabungan pemerintah kota setempat pada sore hari selama Ramadhan 1440 Hijriah.

"Selama Ramadhan banyak masyarakat yang berkegiatan sore hari, untuk tempat buka puasa, membeli takjil, kita harapkan tetap tertib lalu lintas," kata Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perpakiran Dinas Perhubungan Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi di Magelang, Rabu.

Tim gabungan yang terlibat dalam operasi KTL Kota Magelang itu, antara lain personel dari Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Kepolisian Resor Magelang Kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Ia menjelaskan pentingnya operasi KTL yang terutama untuk menekan pelanggaran lalu lintas, terutama selama Bulan Suci Ramadhan.

Ia menyebut masih ditemukan masyarakat yang melakukan pelanggaran terhadap KTL pada operasi sore hari tersebut.

Ia mencontohkan tentang hasil operasi pada Selasa (14/5) sore di Jalan Ahmad Yani atau kawasan alun-alun setempat, Jalan Pemuda atau kawasan Pecinan, dan Jalan Tidar Kota Magelang.

Setidaknya, katanya, dalam operasi itu ada dua sepeda motor tanpa diketahui pemiliknya yang diamankan petugas karena parkir di trotoar Jalan Pemuda.

Selain itu, katanya, satu mobil dikenai tilang (bukti pelanggaran) di Jalan Tidar, dua mobil dan enam sepeda motor ditempeli stiker tanda pelanggaran KTL.

"Yang kita harapkan pelanggaran bisa ditekan, karena pelanggaran biasanya awal dari kecelakaan," ujar Candra dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang.

Ia mengatakan untuk kegiatan berjualan kalangan pedagang kaki lima (PKL), sudah ada zonasi yang ditentukan dan disepakati seperti di Jalan Tidar.

"Jika ada PKL yang berada di tempat yang tidak diperbolehkan kita akan tertibkan," tegasnya. (hms).
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar