Dampak PLTPB Baturraden, wanawisata Curug Cipendok direvitalisasi

id curug cipendok

Dampak PLTPB Baturraden, wanawisata Curug Cipendok direvitalisasi

Wahana baru berupa "view deck" diharapkan menarik meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Wanawisata Curug Cipendok, Kabupaten Banyumas. (Foto: Dok. PT SAE)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - PT Sejahtera Alam Energy (SAE) selaku pelaksana proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet bekerja sama dengan Perum Perhutani merevitalisasi Wanawisata Curug Cipendok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

"Revitalisasi berupa perbaikan dan penambahan fasilitas di Wanawisata Curug Cipendok dilakukan sejak Juli 2018. Kegiatan ini kami lakukan bersama Perum Perhutani selaku pengelola Wanawisata Curug Cipendok," kata Direktur PT SAE Bregas H. Rochadi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Menurut dia, perbaikan tersebut dilakukan oleh PT SAE sebagai kompensasi kerugian yang diderita Wanawisata Curug Cipendok selama terjadinya air keruh yang merupakan dampak dari proyek pembangunan PLTPB Gunung Slamet atau yang dikenal dengan sebutan PLTPB Baturraden.

Ia mengatakan perbaikan yang dilakukan oleh PT SAR terdiri atas dua bagian, yakmi gerbang masuk Wanawisata Curug Cipendok dan "shelter" panjang untuk tempat istirahat.

Selain itu, kata dia, pihaknya melakukan penambahan wahana berupa kolam renang dan "view deck" sebagai tempat untuk berswafoto maupun mengabadikan momentum saat mengunjungi wanawisata tersebut

"Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan dan revitalisasi lingkungan di wilayah Cipendok," katanya.

Ia mengharapkan perbaikan tersebut dapat kembali meningkatkan kunjungan wisatawan ke Wanawisata Curug Cipendok.

Dengan demikian, kata dia, perekonomian masyarakat di sekitar Wanawisata Curug Cipendo Tentunya, dapat kembali meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Curug Cipendok ini.

"Saat ini kondisi sekitar Curug Cipendok, baik air dan area wisatanya sudah terlihat cukup bersih," katanya. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar