Harga bawang putih di Kudus naik 18 persen

id harga bawang alami, kenaikan,bawang putih impor,naik,harga

Harga bawang putih di Kudus naik 18 persen

Seorang pedagang bawang putih impor beserta komoditas pokok lainnya di Pasar Kliwon, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tengah menanti pembeli. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (Antaranews Jateng) - Harga jual bawang putih impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pekan ini mengalami kenaikan 18 persen, dari Rp22.000/ kilogram menjadi Rp26.000 per kilogram.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Kliwon Kudus Sri Bekti di Kudus, Rabu, kenaikan harga jual bawang impor jenis kating menjadi Rp26.000/kg terjadi sejak akhir Agustus 2018 dan kenaikannya juga bertahap.

Awalnya, kata dia, harga jual bawang impor tersebut sempat turun hingga mencapai harga Rp15.000 per kilogram, kemudian naik secara bertahap hingga menjadi Rp22.000/kg.

"Sepekan terakhir naik lagi menjadi Rp26.000/kg," ujarnya.

Ia mengaku belum mengetahui penyebab kenaikannya, apakah karena fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika atau hanya permainan pedagang besar.

Pasalnya, kata dia, harga jual eceran di pasaran berbeda-beda karena ada yang masih menjual dengan harga murah dan ada yang mahal karena menyesuaikan harga kulakan terbaru.

Sutami, pedagang sayur mayur lain, mengakui stok bawang putih yang dibeli dengan harga lama memang masih dijual dengan harga Rp22.000/kg, namun saat ini harga jual ecerannya naik menjadi Rp24.000/kg untuk disesuaikan dengna harga kulakan.

Harga bawang putih eceran di setiap pedagang, kata dia, memang berbeda-beda, selain karena faktor harga kulakan juga ada yang dipengaruhi dengan ukuran dan kualitas bawang putih yang dijual.

"Bawang putih yang ukurannya besar-besar dan kualitasnya bagus, bisa dijual dengan harga tinggi," ujarnya.

Dina pedagang lainnya mengakui, dua pekan yang lalu dirinya memang mendapatkan pasokan bawang putih dengan harga yang lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Bahkan, dia mengaku, menjual secara eceran hingga Rp27.000/kg karena kualitasnya cukup bagus dan ukurannya juga besar-besar.

Karena ada kenaikan harga, dia tidak berani kulakan dalam jumlah banyak karena khawatir terjadi penurunan harga.

Untuk sementara, dia mengaku, hanya berani menyimpan stok bawang putih sebanyak 5 kg, ketika habis baru berani menambah stok.

Kondisi berbeda, kata dia, terjadi pada bawang merah justru turun menjadi Rp15.000/kg dibandingkan sebelumnya mencapai Rp18.000/kg.

Untuk komoditas lainnya harga jualnya cukup stabil, seperti telur ayam ras masih stabil dengan harga Rp22.000/kg, gula pasir Rp10.500/kg, minyak goreng curah Rp10.000 per liter dan tepung beras Rp12.000/kg. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar