Logo Header Antaranews Jateng

PGN-BPH Migas sinergi jaga keandalan gas bumi saat libur Nataru

Rabu, 31 Desember 2025 08:34 WIB
Image Print
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana, Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo dan General Manager PGN untuk Wilayah Operasi/Sales Operation Region (SOR) III Hedi Hedianto bersama jajaran lainnya saat monitoring langsung ke sejumlah pelanggan gas bumi serta ke lokasi offtake station PGN. (ANTARA/HO-PGN)

Semarang (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersinergi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas bersinergi dalam upaya mengamankan pasokan gas bumi di Jawa Timur selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Sinergi dilakukan melalui monitoring langsung ke sejumlah pelanggan gas bumi serta ke lokasi offtake station PGN, Jumat.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan bahwa suplai gas bumi selama Nataru berada dalam kondisi sangat aman tanpa gangguan operasional.

"Suplai gas bumi selama periode perayaan Natal dan Tahun Baru berada dalam kondisi sangat aman dan tidak mengalami kendala operasional," katanya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pasokan gas bumi tetap aman, khususnya bagi sektor layanan publik dan industri strategis selama masa libur panjang.

Menurut dia, kondisi penyaluran justru relatif lebih aman dan kapasitas pasokan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Sistem distribusi dan pengangkutan gas dinilai berjalan normal dan andal, sedangkan sektor kelistrikan tetap beroperasi stabil.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Rumah Sakit William Booth Surabaya, yang telah menggunakan gas bumi sejak 1998 yang selama lebih dari dua dekade tidak pernah terjadi gangguan pasokan, serta efisien.

Kunjungan juga dilakukan ke PT Indospring Tbk di Gresik, salah satu pelanggan sektor industri dengan konsumsi gas sekitar 1,2 juta standar kaki kubik per bulan.

Dari sisi operator niaga, Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana menyampaikan bahwa PGN telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru sejak November 2025 hingga 11 Januari 2026.

"Menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), PGN telah melakukan berbagai persiapan dengan membentuk satuan tugas (satgas)," katanya.

Ia menjelaskan terdapat tiga strategi utama yang dijalankan satgas, yakni memastikan keandalan infrastruktur, pemenuhan seluruh kontrak pasok, serta penerapan reliability strategy.

"Kesiapan pasokan alternatif juga disediakan melalui beyond pipeline seperti CNG," katanya.

Sementara itu, General Manager PGN SOR III Hedi Hedianto menyampaikan bahwa realisasi penyaluran gas selama Nataru di wilayah SOR 3 mencapai sekitar 236 - 241 BBTUD.

Sebagian besar, penyaluran gas dilakukan untuk pembangkit listrik seperti di Tambak Lorok, Gresik, dan Batang.

Hedi memastikan kesiapan layanan gas bumi untul wilayah SOR III berjalan secara optimal agar seluruh sektor pelanggan tetap aman dalam pemanfaatan gas bumi, serta menegaskan bahwa PGN tetap menjaga keandalan suplai bagi seluruh pelanggan selama periode Nataru.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026