Solo, ANTARA JATENG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan peminat Kereta Api (KA) Wijayakusuma rute Solo-Cilacap masih rendah mengingat baru sebagian masyarakat yang tahu rute baru tersebut.
"Berdasarkan data kami untuk jumlah penumpang hari ini yang dari Solo saja baru 65 orang, padahal kapasitas 768 `seat`," kata Kepala Sub Urusan Customer Care Stasiun Solo Balapan Arif Firmansyah di Solo, Selasa.
Sedangkan untuk besok, dikatakannya, sejauh ini yang memesan tiket baru 18 orang dan pada "weekend" atau hari Minggu jumlah pemesanan baru mencapai 36 orang.
Meski saat ini jumlah pemesan masih sedikit, pihaknya optimistis ke depan peminat KA tersebut akan makin banyak mengingat selama ini permintaan rute Solo-Cilacap atau Jogja-Cilacap cukup tinggi.
"Selama ini rute ke Cilacap tidak ada yang langsung dari Daop VI, baik itu melalui Solo maupun Jogja. Selama ini paling jauh sampai ke Maos, sedangkan kalau mau naik KA Lodaya rute Solo-Bandung kan tidak berhenti di Maos," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, keberadaan KA Wijayakusuma tersebut bisa menjadi pilihan bagi penumpang jurusan Cilacap yang selama ini hanya menaiki kereta sampai di Stasiun Maos.
Ia mengatakan untuk pemberangkatan KA tersebut dari Stasiun Solo Balapan dilakukan setiap hari pada pukul 19.45 WIB dan sampai di Cilacap pada pukul 01.00 WIB, selanjutnya cari Cilacap ke Solo Balapan jam berangkat 14.10 WIB dan sampai pada jam 19.13 WIB.
Sedangkan untuk rute Jogja-Cilacap, yaitu berangkat dari Stasiun Jogja pada jam berangkat 09.30 WIB dan tiba di Cilacap pada jam 13.30 WIB. Selanjutnya, untuk rute Cilacap ke Jogja, berangkat pada jam 05.00 WIB dan tiba pada jam 08.20 WIB.
Sementara itu, nantinya KA Wijayakusuma yang diberangkatkan dari jalur VII tersebut terdiri dari 7 gerbong. Ia mengatakan untuk harga tiket rute Solo-Cilacap yaitu Rp70.000/penumpang.

