Borobudur, Jateng, ANTARA JATENG - Sebanyak 60 santri Pondok Pesantren Miftahurrohmah Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengunjungi Candi Borobudur untuk mengenal lingkungan sekitar ponpes dan bangunan peninggalan nenek moyang bangsa itu.
"Candi Borobudur menjadi tempat edukasi pelajar, termasuk santri," ujar Ustaz Ponpes Miftahurrohmah Borobudur yang mendampingi kegiatan mereka itu, Dimyati, di Borobudur, Kamis.
Ia menjelaskan pentingnya generasi muda termasuk kalangan santri bangga atas sejarah bangsa dan memahami dengan baik atas kecerdasan nenek moyang Bangsa Indonesia, yang antara lain terwujud dalam bangunan megah peninggalan masa Buddha, Candi Borobudur.
Apalagi, ujarnya, Candi Borobudur berada relatif tak jauh dari kompleks Ponpes Miftahurrohmah di Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur. Ponpes di kawasan Pegunungan Menoreh atau sekitar tiga kilometer barat Candi Borobudur tersebut dibuka pada 2008 oleh K.H. Abdul Khafidz.
Dimyati menjelaskan saat Candi Borobudur terkena abu vulkanik dampak letusan Gunung Kelud di Jawa Timur pada 2014, para santri ponpes tersebut juga terlibat dalam kerja bakti bersama berbagai kalangan masyarakat lainnya untuk menyingkirkan abu dari Candi Borobudur.
Dalam kunjungan ke Candi Borobudur sebagai bagian dari kegiatan awal Tahun Pendidikan 2017/2018, para santri dipandu oleh Iwan, petugas Balai Konservasi Candi Borobudur.
"Jadi selain memberikan wawasan yang luas dan terbuka kepada santri, juga mengenalkan kepada mereka tentang kekayaan lingkungan di sekitar pondok pesantren yang ada bangunan megah warisan budaya bangsa ini," katanya.
Ia mengatakan dalam memberikan pelajaran di kelas, para santri juga mendapat penjelasan tentang Candi Borobudur, baik menyangkut sejarah, keunikan, dan nilai-nilai universal yang dikandungnya.
"Dengan kunjungan langsung akan membuat pengetahuan mereka menjadi semakin tertanam dengan baik," katanya.
Pengasuh Ponpes Miftahurrohmah K.H. Abdul Khafidz menjelaskan tentang pentingnya wawasan luas yang harus dimiliki para santrinya.
"Islam harus selalu membawa rahmat bagi sesama umat dan jadilah santri berwawasan luas biar Islam menjadi kuat," ujarnya.

