Kudus (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat tingkat pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2026 pada tahap pertama mencapai 77,43 persen atau 964 orang dari total 1.245 calon haji.
"Sehingga masih terdapat 281 calon jamaah haji yang belum melunasi Bipih. Mereka diberikan kesempatan melakukan pelunasan pada tahap kedua yang berlangsung mulai 2 hingga 9 Januari 2026," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus Shony Wardana di Kudus, Sabtu.
Ia berharap seluruh calon jamaah yang belum melunasi Bipih dapat segera menyelesaikan kewajibannya pada tahap kedua ini. Menurutnya, keterlambatan pelunasan disebabkan oleh beberapa faktor.
"Di antaranya karena masih dalam proses evaluasi kesehatan, serta adanya calon jamaah yang pada tahap pertama mengalami gagal sistem," jelasnya.
Gagal sistem yang dimaksud, lanjut Shony, kondisi ketika calon jamaah sebenarnya sudah melakukan pelunasan, namun data tersebut belum terinput dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
Calon jamaah dengan kendala tersebut termasuk di dalam 281 orang yang diberi kesempatan pelunasan tahap kedua.
Selain itu, terdapat pula calon jamaah yang hasil evaluasi kesehatannya masih dalam proses.
Ia mengakui dari sisi kesehatan dimungkinkan ada calon jamaah yang akhirnya menunda keberangkatan.
"Yang gagal sistem, kemudian yang evaluasi kesehatannya masih dalam proses," ujarnya.
Shony menambahkan calon haji yang melunasi Bipih selanjutnya akan ditetapkan dalam kelompok terbang (kloter). Penetapan kloter dilakukan setelah proses pelunasan selesai.
Apabila hingga akhir tahap kedua kuota belum terpenuhi, Kemenag Kudus telah menyiapkan jamaah cadangan.
"Cadangannya ada 177 orang dan sudah siap berangkat semua," ujarnya.

