Solo (ANTARA) - Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Pendaftaran UMSLibrary Digital Scholarship 2026 yang merupakan program beasiswa berbasis proyek yang ditujukan bagi mahasiswa aktif UMS dengan minat di bidang pengembangan sistem informasi dan konten digital kreatif.
Program ini menjadi bagian dari upaya UMS dalam memperkuat ekosistem digital perpustakaan sekaligus memberikan ruang pengembangan diri bagi mahasiswa lintas program studi. Pendaftaran dibuka mulai 31 Desember 2025-5 Februari 2026 dan dapat diakses secara daring.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Digital UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc., menjelaskan UMSLibrary Digital Scholarship merupakan program beasiswa berbasis proyek selama enam bulan yang menempatkan mahasiswa sebagai mitra pengembang.
“Mahasiswa tidak hanya menerima beasiswa, tetapi terlibat langsung mengembangkan sistem informasi atau konten digital kreatif yang benar-benar digunakan oleh Perpustakaan UMS maupun civitas academica dan masyarakat,” jelas Hardika.
Ia menegaskan program ini bersifat terbuka lintas program studi. Selain kategori pengembangan sistem informasi, terdapat pula kategori digital creative content yang memungkinkan mahasiswa dari bidang desain, komunikasi, pendidikan, sastra, hingga sosial-humaniora untuk berpartisipasi.
“Antusiasme mahasiswa terhadap program ini terus menunjukkan tren positif setiap tahun,” ungkapnya.
Hal tersebut, lanjut Hardika, didorong oleh kejelasan luaran program berupa proyek riil, pendampingan mentor, serta peluang integrasi dengan tugas akhir maupun konversi kegiatan magang di beberapa program studi.
Untuk menjaga kualitas pendampingan, jumlah peserta dibatasi. Pada tahun 2026, Perpustakaan UMS menargetkan menerima sekitar 4-7 mahasiswa terpilih yang akan mendapatkan pembinaan intensif selama program berlangsung.
Dalam proses seleksi, tim akan menilai tidak hanya aspek administratif seperti IPK minimal 3.00 dan status mahasiswa aktif, tetapi juga portofolio digital, kesesuaian minat dengan kebutuhan program, serta komitmen peserta dalam menyelesaikan proyek hingga tuntas.
“Peserta terpilih nantinya akan mengerjakan berbagai proyek strategis, mulai dari pengembangan dan integrasi sistem informasi perpustakaan, pembuatan konten digital edukatif untuk media sosial, hingga proyek yang berpotensi dikembangkan menjadi tugas akhir atau skripsi,” kata Hardika yang juga sebagai dosen Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS itu.
Sejumlah benefit ditawarkan dalam program ini, antara lain dana insentif pengembangan proyek, mentoring profesional dari tim Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital, Pakaian Dinas Lapangan (PDL), ID Card awardee, sertifikat, serta insentif tambahan bagi proyek atau konten terbaik.
Adapun tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi dan profiling pada 6-8 Februari 2026, pengumuman tahap pertama pada 10 Februari 2026, seleksi wawancara dan substansi pada 15-19 Februari 2026, serta pengumuman peserta lolos pada 23 Februari 2026.
“UMS Library Digital Scholarship bukan tentang siapa yang paling jago, tetapi siapa yang mau tumbuh dan memberi dampak. Jangan menunggu siap, karena kesiapan sering kali datang setelah kita mulai,” katanya.
Informasi pendaftaran dapat diakses melalui ums.id/UMSLIBDS2026 atau dengan memindai QR Code pada poster resmi. Informasi lebih lanjut tersedia melalui WhatsApp wa.me/081326859003, Instagram @perpusums, dan laman library.ums.ac.id.

